Search for collections on Undip Repository

EVALUASI KERAGAMAN DAN INDEKS DEPRESI SILANG DALAM MELON (Cucumis melo L.) SELFING GENERASI PERTAMA (S1) DAN GENERASI KEDUA (S2) BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPE

Wulan, Nandita Izumi (2026) EVALUASI KERAGAMAN DAN INDEKS DEPRESI SILANG DALAM MELON (Cucumis melo L.) SELFING GENERASI PERTAMA (S1) DAN GENERASI KEDUA (S2) BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPE. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of Skripsi_Nandita Izumi Wulan_cover-bab3.pdf] Text
Skripsi_Nandita Izumi Wulan_cover-bab3.pdf

Download (696kB)
[thumbnail of Skripsi_Nandita Izumi Wulan_bab4-daftar pustaka.pdf] Text
Skripsi_Nandita Izumi Wulan_bab4-daftar pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (497kB) | Request a copy
[thumbnail of Skripsi_Nandita Izumi Wulan_lampiran&biodata.pdf] Text
Skripsi_Nandita Izumi Wulan_lampiran&biodata.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji informasi keragaman dan perubahan nilai indeks depresi silang dalam (inbreeding depression) antar genotipe melon generasi selfing 1 dan selfing 2 berdasarkan karakteristik fenotipe. Penelitian dilaksanakan pada bulan November – Juni 2025 di Green House Melon Fakultas Peternakan dan Pertanian dan Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian merupakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan, sehingga didapatkan 30 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 1 tanaman. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul bunga jantan, waktu muncul bunga betina, bobot buah, lingkar buah, ketebalan buah, ketebalan kulit buah, kadar padatan terlarut (°brix), perkembangan lobus daun, panjang lobus terminal, warna daun dan bentuk buah. Data hasil penelitian yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh secara visual dan dideskripsikan, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran. Data kuantitatif diuji dengan menggunakan uji t pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan nyata antara dua perlakuan. Sebelum dilakukan uji t, data dari dua perlakuan diuji homogenitasnya menggunakan uji levene untuk mengetahui apakah ragam dari kedua variabel bersifat homogen atau heterogen. Jika hasil uji levene menunjukkan F hitung lebih kecil < daripada F tabel pada taraf 5%, maka ragam data dari dua perlakuan tersebut bersifat homogen. Dalam kondisi ini, analisis dilanjutkan dengan menggunakan rumus uji t satu ekor dengan menggabungkan ragam contohnya.
Hasil penelitian menunjukkan proses selfing pada tanaman melon mempengaruhi ekspresi karakter kuantitatif yang diamati. Generasi S1 menunjukkan variasi fenotipe yang lebih tinggi akibat segregasi genetik dan pengaruh lingkungan, sedangkan generasi S2 cenderung lebih seragam akibat meningkatnya stabilitas genetik. Nilai indeks Depresi (ID%) menunjukkan bahwa waktu muncul bunga betina dan ukuran buah lebih sensitif terhadap inbreeding depression, kadar padatan terlarut relatif lebih stabil. Respon terhadap selfing berbeda antar genotipe, genotipe AL, RS, dan LO lebih rentan sedangkan genotipe CE dan SS menunjukkan respon lebih stabil, lalu genotipe lainnya menunjukkan respon sedang atau spesifik pada karakter tertentu.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology
Depositing User: S1 Agroekoteknologi Undip
Date Deposited: 17 Jul 2026 07:31
Last Modified: 17 Jul 2026 07:31
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56985

Actions (login required)

View Item View Item