PANGESTI, Eka Erdina Hambalien (2026) Analisis Perbandingan Dosis Radiasi dan Kualitas Citra pada Tegangan Tabung 90 kV dan 110 kV dalam Pemeriksaan CT Abdomen Tanpa Kontras untuk Deteksi Batu Ginjal. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Archive (FULL TEXT)
bebasperpustakaan_ekaerdinahambalienpangesti (2).zip Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
01 Cover.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
04 HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI Eka Erdina.pdf Download (667kB) |
|
|
Text
06 KATA PENGANTAR.pdf Download (165kB) |
|
|
Text
07 DAFTAR ISI.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
12 ABSTRAK.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
13 ABSTRACT.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
14 BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
19 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (211kB) |
Abstract
Computed Tomography (CT) merupakan modalitas utama dalam deteksi batu
ginjal karena menghasilkan citra beresolusi tinggi. Perangkat CT modern
dilengkapi fitur Automatic Tube Voltage Selection (ATVS) untuk mengoptimalkan
dosis radiasi berdasarkan karakteristik pasien, namun penerapannya pada
pemeriksaan CT abdomen masih belum konsisten, terutama dalam pemilihan antara
tegangan 90 kV dan 110 kV. Penelitian ini bertujuan membandingkan dosis radiasi
dan kualitas citra antara penggunaan tegangan 90 kV dan 110 kV pada pemeriksaan
CT abdomen tanpa kontras untuk deteksi batu ginjal. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan data pasien
pada pemeriksaan CT abdomen tanpa kontras. Parameter dosis yang dianalisis
meliputi Computed Tomography Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length
Product (DLP), sedangkan kualitas citra dievaluasi secara objektif menggunakan
Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Contrast-to-Noise Ratio (CNR) dengan perangkat
lunak IndoQCT. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk dan
dilanjutkan uji Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan tegangan 90 kV menurunkan dosis radiasi secara signifikan, dengan
penurunan CTDIvol sebesar 2,27 mGy (7,56 menjadi 5,29 mGy) dan DLP sebesar
102,4 mGy·cm (330,75 menjadi 228,35 mGy·cm). Hasil penelitian juga
menunjukkan bahwa kualitas citra pada tegangan 90 kV dan 110 kV menunjukan
hasil yang tetap setara, dilihat dari perbedaan nilai CNR dan SNR masing-masing
sebesar 0,12 tanpa perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil perbandingan
antara dosis radiasi dan kualitas citra, menunjukkan bahwa penggunaan tegangan
tabung 90 kV dapat menghasilkan dosis radiasi yang lebih rendah tanpa
menurunkan kualitas citra diagnostik.
Kata kunci: CT abdomen, tegangan tabung, dosis radiasi, kualitas citra.
(NO. KETERSEDIAAN : 2200/D/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 11:07 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 11:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56935 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
