Ariestia, Tanazza Chinta (2026) PERAN GANDA PEREMPUAN BUDDHA DALAM RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI: STUDI KASUS ENAM PEREMPUAN DI DUSUN SEMANDING. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA647 Tanazza Chinta 1304022130062 OK_1.pdf Download (12MB) |
|
|
Text
SA647 Tanazza Chinta 1304022130062 OK_2.pdf Download (10MB) |
|
|
Text
SA647 Tanazza Chinta 1304022130062 OK_3.pdf Download (12MB) |
|
|
Text
SA647 Tanazza Chinta 1304022130062 OK_4.pdf Download (12MB) |
|
|
Text
SA647 Tanazza Chinta 1304022130062 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk peran ganda perempuan
Buddha dalam rumah tangga peternak sapi di Dusun Semanding, Desa
Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, serta mengkaji
kontribusinya terhadap ekonomi keluarga dan dampaknya terhadap relasi sosial
keluarga. Dusun Semanding dipilih karena merupakan komunitas agraris dengan
mayoritas penduduk beragama Buddha yang hidup dalam budaya patriarki Jawa.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data
diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi
terhadap enam perempuan peternak sapi, tokoh agama Buddha, serta tokoh
masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Buddha
menjalankan peran ganda dalam ranah domestik, pertanian, dan peternakan. Peran
tersebut terbentuk melalui pernikahan usia muda, pendidikan rendah, pewarisan
pekerjaan agraris, budaya patriarki Jawa, dan tuntutan ekonomi rumah tangga.
Temuan penelitian menguatkan bahwa pembagian kerja antara laki-laki dan
perempuan bukan sesuatu yang alamiah, melainkan hasil konstruksi sosial yang
diwariskan secara turun-temurun. Di sisi lain, temuan juga menunjukkan bahwa
stabilitas keluarga dicapai melalui keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai
sektor pekerjaan. Namun, stabilitas tersebut dibangun di atas beban kerja yang
tidak seimbang. Nilai-nilai Buddhis seperti kerjasama, pengabdian kepada
keluarga, dan penerimaan terhadap kewajiban hidup berperan sebagai mekanisme
pemaknaan yang membuat perempuan tetap menjalankan peran gandanya.
Kondisi ini menimbulkan kelelahan fisik, tekanan emosional, serta potensi konflik
dalam relasi keluarga. Dengan demikian, peran ganda perempuan Buddha di
Dusun Semanding lebih tepat dipahami sebagai bentuk beban ganda yang harus
menopang keberlangsungan ekonomi dan stabilitas keluarga, sehingga
mereproduksi ketimpangan gender dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: perempuan Buddha, peran ganda, beban ganda, Social Role Theory,
Struktural Fungsional, patriarki Jawa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perempuan Buddha, peran ganda, beban ganda, Social Role Theory, Struktural Fungsional, patriarki Jawa. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 04:31 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 04:31 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56865 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
