Search for collections on Undip Repository

CIU BEKONANG: DUALITAS KOEKSISTENSI ANTARA CIU DENGAN AGAMA DI DESA BEKONANG, KECAMATAN MOJOLABAN, KABUPATEN SUKOHARJO

Adriyanto, Brian Affan (2026) CIU BEKONANG: DUALITAS KOEKSISTENSI ANTARA CIU DENGAN AGAMA DI DESA BEKONANG, KECAMATAN MOJOLABAN, KABUPATEN SUKOHARJO. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK_1.pdf] Text
SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK_2.pdf] Text
SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK_3.pdf] Text
SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK_3.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK_4.pdf] Text
SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK_4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK.pdf] Text
SA636 BRIAN AFFAN ADRIYANTO_13040222130055 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena dualitas yang terjadi pada masyarakat Bekonang,
Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, masyarakat secara kolektif
melestarikan Ciu Bekonang meskipun mengetahui hukum ciu dalam Islam itu
haram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan immersion
terhadap para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat
pondasi budaya yang membuat Ciu Bekonang sulit ditinggalkan, yaitu: ekonomi,
psikologis, sejarah, dan sosial. Pengetahuan akan hukum haram ciu dan kesadaran
akan dosa tidak cukup untuk menghentikan apa yang masyarakat Bekonang jalani
karena pondasi budaya yang mereka miliki lebih kuat daripada pondasi agama.
Untuk menegosiasikan kedua nilai yang bertentangan, masyarakat Bekonang
mengembangkan kompromi untuk mengurangi rasa berdosa mereka.
Kesimpulannya, kontradiksi antara agama dan budaya tidak harus diselesaikan
dengan memilih satu. Masyarakat Bekonang memilih untuk hidup dalam dualitas
dengan merangkul keduanya secara bersamaan.
Kata Kunci: Ciu Bekonang, dualitas, negosiasi nilai, masyarakat Muslim, tradisi,
dan agama.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ciu Bekonang, dualitas, negosiasi nilai, masyarakat Muslim, tradisi, dan agama.
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 16 Jul 2026 03:58
Last Modified: 16 Jul 2026 03:58
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56851

Actions (login required)

View Item View Item