NAPIQOH, SIKHATUN and Widanarti, Herni and Turisno, Bambang Eko (2026) ANALISIS GANGGUAN BIPOLAR SEBAGAI FAKTOR PENYEBAB PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 529/PDT.G/2021/PA.BN). _097 PDT 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Sikhatun Napiqoh-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (457kB) |
|
|
Text
Sikhatun Napiqoh-abstrak.pdf Download (86kB) |
|
|
Text
Sikhatun Napiqoh-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (247kB) |
|
|
Text
Sikhatun Napiqoh-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (270kB) |
|
|
Text
Sikhatun Napiqoh-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (325kB) |
|
|
Text
Sikhatun Napiqoh-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (153kB) |
|
|
Text
Sikhatun Napiqoh-dapus.pdf Download (222kB) |
Abstract
Alasan seseorang mengajukan perceraian dapat bermacam-macam, salah satunya adalah perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga. Pada perkara 529/Pdt.G/2021/PA.Bn membawa isu kesehatan mental yakni gangguan bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan gangguan bipolar dalam perceraian serta pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara perceraian pada putusan nomor 529/Pdt.G/2021/PA.Bn. Metode penelitian dilakukan secara yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, jenis data yang digunakan data sekunder dengan pengumpulan data melalui literatur studi. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif yakni pendekatan yang mengungkap makna di balik fenomena secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan bipolar penyakit mental yang bersifat kronis yang terjadi pada interval tertentu atau bersifat episodik. Kemudian mengenai kedudukan
gangguan bipolar dalam perceraian dapat menjadi alasan perceraian dengan merujuk pada Pasal 19 huruf e PP Nomor 1975 jo Pasal 116 huruf e KHI dengan adanya syarat khusus. Namun, jika tidak terpenuhi syarat khusus tersebut, maka posisi gangguan bipolar hanya sebagai faktor yang melatarbelakangi konflik bukan
sebagai alasan utama yang berdiri sendiri sebagai alasan perceraian. Hakim tidak membangun pertimbangan hukum berdasarkan kondisi medis personal secara berdiri sendiri. Melainkan mengaitkanmya pada alasan perceraian yang telah diatur secara limitatif oleh peraturan perundang-undangan.
Kata Kunci : Perceraian, Gangguan Bipolar, Perselisihan dan Pertengkaran.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perceraian, Gangguan Bipolar, Perselisihan dan Pertengkaran |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 03:52 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 03:52 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56847 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
