Then, Joni and Prabowo, Erik and Prasetyo, Sigit Adi and Adrianto, Albertus Ari and Mughni, Abdul and Budiono, B. Parish and Martahadinan, Martahadinan and Nugrahadi, Dimas and Fuadi, Ahmad Fathi and Riwanto, Ignatius (2026) PREVALENSI DAN TATALAKSANA CEDERA DUKTUS BILIARIS PASCA-KOLESISTEKTOMI : STUDI RETROSPEKTIF SERTA EVALUASI DAN TATALAKSANA OPERATOR TERHADAP KESELAMATAN PASIEN DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstrak KTI)
Abstrak KTI.pdf Download (365kB) |
Abstract
Latar Belakang: Cedera duktus biliaris (CDB) merupakan komplikasi klinis bermakna pasca-kolesistektomi, terutama pada cedera mayor yang memerlukan rekonstruksi hepatobilier atau rujukan ke pusat tersier. Data di Indonesia yang membedakan prevalensi institusional dan beban kasus rujukan masih terbatas. Penelitian ini mengevaluasi prevalensi, karakteristik cedera, tatalaksana, dan praktik keselamatan operator terkait CDB pasca-kolesistektomi di pusat rujukan
hepatopankreatobilier tersier di Indonesia.
Metode: Studi observasional retrospektif dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada periode Januari 2020 hingga Desember 2025, disertai survei sukarela kepada operator. Prevalensi CDB internal dihitung menggunakan seluruh prosedur kolesistektomi di institusi sebagai denominator, sedangkan kasus rujukan dianalisis secara terpisah. Cedera diklasifikasikan berdasarkan sistem Strasberg.
Hasil: Dari 1.457 prosedur kolesistektomi, terdiri atas 1.378 laparoskopik (94,6%) dan 79 terbuka (5,4%), terdapat 55 pasien CDB yang ditangani. Sebanyak 13 kasus (23,6%) merupakan kasus internal dan 42 kasus (76,4%) merupakan rujukan,
dengan prevalensi kumulatif CDB internal sebesar 0,89%. Cedera berat Strasberg D–E5 ditemukan pada 45 kasus (81,8%), dengan Strasberg E2 sebagai subtipe tersering (41,8%). Tatalaksana definitif meliputi hepaticojejunostomy Roux-en-Y
pada 26 pasien (47,3%), ERCP/stenting pada 17 pasien (30,9%), reparasi primer pada 11 pasien (20,0%), dan drainase saja pada satu pasien (1,8%). Cedera berat berhubungan bermakna dengan pemilihan hepaticojejunostomy Roux-en-Y (OR
11,25; IK 95% 1,31–96,49; p = 0,013). Dari 78 operator yang disurvei, 12 operator (15,4%) melaporkan pernah mengalami kejadian CDB.
Kesimpulan: Prevalensi internal CDB pasca-kolesistektomi di RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah 0,89%, sedangkan sebagian besar kasus yang ditangani merupakan kasus rujukan. Cedera berat mendominasi dan hepaticojejunostomy Roux-en-Y menjadi modalitas definitif tersering. Penguatan registri prospektif, dokumentasi Critical View of Safety, protokol institusional, dan pelatihan terstruktur diperlukan untuk meningkatkan pencegahan dan tata laksana CDB.
Kata kunci: Cedera duktus biliaris; Kolesistektomi; Critical View of Safety; Hepaticojejunostomy; Hepatopankreatobilier
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cedera duktus biliaris; Kolesistektomi; Critical View of Safety; Hepaticojejunostomy; Hepatopankreatobilier |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:26 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:26 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56846 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
