Apitaningrum, Astri (2026) IDENTIFIKASI DAN UJI PATOGENISITAS PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI DI JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Skripsi Cover-Bab 3_Astri Apitaningrum.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Skripsi Bab 4 - Daftar Pustaka_Astri Apitaningrum.pdf Download (862kB) |
|
|
Text
Skripsi Lampiran dan Biodata_Astri Apitaningrum.pdf Restricted to Repository staff only Download (781kB) |
Abstract
ASTRI APITANINGRUM. 23020222120023. 2026. Identifikasi dan Uji Patogenisitas Penyebab Penyakit Antraknosa pada Cabai di Jawa Tengah (Pembimbing: A’ISYAH SURYA BINTANG dan FLORENTINA KUSMIYATI) Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi patogen penyebab penyakit antraknosa pada cabai dan menguji tingkat patogenisitas C. gloeosporioides complex dari beberapa wilayah di Jawa Tengah yaitu Bergas (AB), Gunungpati (GP), Temanggung (TMG), Wonosobo (WSB 1 dan 2), dan Banyumas (BMS 1 dan 2). Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2025 – April 2026 di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Penelitian dibagi menjadi 3 tahap yaitu eksplorasi gejala penyakit dan isolasi, identifikasi morfologi dan morfometri secara makroskopis dan mikroskopis serta molekuler, serta uji patogenisitas pada buah cabai teropong merah. Eksplorasi gejala menggunakan metode purposive sampling serta identifikasi morfologi dan morfometri dilakukan dengan pengamatan warna, bentuk, dan ukuran konidia. Identifikasi molekuler dilakukan menggunakan primer universal ITS 1 dan ITS 4, hasil molekuler kemudian di sequencing di PT. Genetika Science. Uji patogenisitas dilakukan dengan inokulasi patogen pada cabai teropong merah dengan percobaan monofaktor yaitu isolat AB, TMG, WSB 1, WSB 2, BMS 1, BMS 2, GP dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Inokulasi patogen dilakukan dengan metode penempelan isolat pada buah cabai teropong merah yang diberi luka. Hasil eksplorasi menunjukkan adanya variasi gejala pada buah cabai yaitu terdapat pustul dan cekungan (lesi) yang tidak merata. Identifikasi morfologi dan morfometri menujukkan seluruh isolat dominan mengalami pertumbuhan yang cepat, tekstur seperti kapas, terdapat konidiomata dengan warna isolat putih keabuan, bentuk konidia gelendong dan silinder, ukuran panjang berkisar 6,56 – 10,99 µm dan ukuran panjang 1,96 – 3,72 µm. Identifikasi molekuler menggunakan primer universal menunjukkan bahwa sampel buah cabai dari Bergas, Gunungpati, Temanggung, Wonosobo, dan Banyumas adalah C. gloeosporioides complex. Uji patogenisitas buah cabai menunjukkan hasil pada parameter masa inkubasi yang tumbuh lebih cepat pada isolat WSB 1. Insidensi penyakit meningkat sampai 100% pada semua isolat pada 12 hari setelah inokulasi (HSI), intensitas penyakit tertinggi pada isolat WSB 2, BMS 1, dan GP sebesar 44,2%, nilai AUDPC berkisar antara 213,54 – 234,43 yang termasuk dalam kategori rentan dan laju infeksi yang menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Simpulan dari penelitian ini adalah patogen penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai dari 5 wilayah yaitu C. gloeosporioides complex berdasarkan pengamatan morfologi, morfometri dan molekuler menggunakan primer universal dan sequencing. Uji patogenisitas menunjukkan hasil parameter intensitas penyakit dan nilai AUDPC termasuk kategori rentan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | S1 Agroekoteknologi Undip |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:58 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56782 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
