Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Perbedaan Suhu Pengeringan terhadap Aktivitas Antimikroba Tempe Rhizopus sp. R7 yang Diformulasi Menjadi Serbuk Herbal.

Ramadhani, Salsabila Shofia (2026) Pengaruh Perbedaan Suhu Pengeringan terhadap Aktivitas Antimikroba Tempe Rhizopus sp. R7 yang Diformulasi Menjadi Serbuk Herbal. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of Salsabila Shofia Ramadhani.zip] Archive
Salsabila Shofia Ramadhani.zip
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (172kB)
[thumbnail of 2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (5MB)
[thumbnail of 4. ABSTRAK.pdf] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of 5. ABSTRACT.pdf] Text
5. ABSTRACT.pdf

Download (216kB)
[thumbnail of 6. DAFTAR ISI.pdf] Text
6. DAFTAR ISI.pdf

Download (360kB)
[thumbnail of 10. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (221kB)
[thumbnail of 15. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (228kB)

Abstract

Tempe fermentasi Rhizopus sp. R7 mengandung senyawa bioaktif yang
berpotensi sebagai antimikroba alami. Pengembangan tempe menjadi serbuk herbal
membutuhkan proses pengeringan yang tepat agar senyawa aktif tidak rusak akibat
panas berlebih. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi suhu
pengeringan (50°C, 60°C, dan 70°C selama 6 jam) terhadap aktivitas antimikroba
serbuk tempe dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli, serta
mengidentifikasi senyawa bioaktifnya melalui analisis GC-MS. Pengujian
antimikroba dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan ekstrak etanol
96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh nyata
terhadap aktivitas antimikroba (F = 17,50; p = 0,003). Suhu 60°C menghasilkan
zona hambat tertinggi (18,75 ± 1,33 mm, kategori kuat) dan kadar air terendah
(9,597%) yang memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia (≤10%). Suhu 70°C
menghasilkan aktivitas terendah (14,83 ± 0,30 mm) akibat degradasi termal dan
fenomena case hardening. Analisis GC-MS mengidentifikasi 41 senyawa pada
sampel 60°C, dengan komponen utama asam linoleat (60,62%), asam palmitat
(18,20%), dan linoleyl alcohol (5,57%) yang bekerja sinergis melalui mekanisme
multitarget terhadap E. coli. Suhu pengeringan 60°C direkomendasikan sebagai
kondisi optimal dalam pembuatan serbuk herbal tempe Rhizopus sp. R7.
Kata kunci: tempe, serbuk herbal, suhu pengeringan, antimikroba, Rhizopus sp.
R7, Escherichia coli, GC-MS

(NO KETERSEDIAAN : 278/B.TEK/2026)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 15 Jul 2026 07:55
Last Modified: 15 Jul 2026 07:55
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56777

Actions (login required)

View Item View Item