Ristanto, Andrian (2026) APLIKASI Trichoderma sp. DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER-BAB 3_ANDRIAN RISTANTO_23020221120017.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4 - DAFTAR PUSTAKA_ANDRIAN RISTANTO_23020221120017.pdf Download (689kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-BIODATA_ANDRIAN RISTANTO_23020221120017.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
ANDRIAN RISTANTO. 23020221120017. 2026. Aplikasi Trichoderma sp.
Dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dan Hasil Tanaman Cabai Rawit
(Capsicum frutescens L.) (Pembimbing: A’ISYAH SURYA BINTANG dan
FLORENTINA KUSMIYATI)
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi Trichoderma sp pada
konsentrasi berbeda dan interval waktu aplikasi dalam pengendalian penyakit layu
fusarium dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian telah
dilaksanakan pada bulan Januari – Agustus 2025 di lahan cabai rawit Desa
Kalimanggis, Kaloran, Temanggung dilanjutkan analisis di Laboratorium Ekologi
dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas
Diponegoro, Semarang.
Penelitian dilakukan dengan percobaan faktorial dan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) 5 x 3 dengan 4 ulangan sehingga diperoleh 60 unit percobaan.
Setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga terdapat 180 populasi
tanaman. Faktor pertama adalah P0 = Kontrol (tanpa pemberian Trichoderma sp.),
P1= Kerapatan suspensi Trichoderma sp. 10
spora/ml, P2= Kerapatan suspensi
Trichoderma sp. 10
6
7
spora/ml, P3= Kerapatan suspensi Trichoderma sp. 10
8
spora/ml, P4= Kerapatan suspensi Trichoderma sp. 10
spora/ml. Faktor kedua
adalah waktu aplikasi jamur Trichoderma yang terdiri dari 3 taraf yaitu W1= 7 hari
sebelum pindah tanam, waktu W2= pindah tanam, W3= 7 hari setelah pindah
tanam. Parameter penelitian yaitu identifikasi pertumbuhan Fusarium oxysporum
sp., identifikasi pertumbuhan Trichoderma sp., uji daya hambat, periode inkubasi,
insidensi penyakit, intensitas penyakit, nilai AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun,
umur berbunga, jumlah buah, bobot buah, panjang buah, dan Visual Quality Rating
(VQR). Data dianalisis statistik dengan analisis ragam (ANOVA) taraf 5%,
dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kerapatan spora Trichoderma
sp. berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan. Waktu aplikasi
Trichoderma sp. secara tunggal berpengaruh nyata pada parameter periode
inkubasi, insidensi penyakit, intensitas penyakit, nilai AUDPC, tinggi tanaman,
jumlah daun, jumlah buah, bobot buah, dan VQR. Interaksi antara perlakuan
kerapatan spora Trichoderma sp. dan waktu aplikasi Trichoderma sp. hanya
memberikan pengaruh nyata pada parameter periode inkubasi, insidensi penyakit,
intensitas penyakit, nilai AUDPC, jumlah buah, dan bobot buah.
Simpulan penelitian ini bahwa kombinasi perlakuan kerapatan spora 10⁸
spora/ml dan aplikasi 7 hari sebelum pindah tanam merupakan kombinasi terbaik
karena mampu mengendalikan penyakit layu fusarium dengan intensitas penyakit
0% (tanpa gejala) dan mampu mempertahankan produksi cabai rawit varietas
Maruti F1.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | S1 Agroekoteknologi Undip |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:04 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56758 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
