Search for collections on Undip Repository

ANALISIS MAKNA INTERJEKSI EMOTIF BAHASA JEPANG: KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI

Kautsar, Haqi Sang (2026) ANALISIS MAKNA INTERJEKSI EMOTIF BAHASA JEPANG: KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI. Masters thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005)_1.pdf] Text
ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005)_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005)_2.pdf] Text
ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005)_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005)_3.pdf] Text
ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005)_3.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005)_4.pdf] Text
ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005)_4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005) OK.pdf] Text
ML141 HAQI SANG KAUTSAR (13020323410005) OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Interjeksi emotif bahasa Jepang pada umumnya dikelompokkan dengan metode
kategorisasi yang fleksibel. Terdapat interjeksi yang memiliki makna mirip satu
dengan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi dan analisis
makna interjeksi emotif bahasa Jepang menggunakan teori Metabahasa Semantik
Alami (MSA). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Objek penelitian ini
adalah interjeksi emotif dalam bahasa Jepang. Data yang digunakan adalah
interjeksi emotif bahasa Jepang yang terdapat pada Namatame (1996). Interjeksi
emotif yang dipilih adalah interjeksi yang memiliki setidaknya 50 token dalam
empat korpus lisan bahasa Jepang. Analisis data dilakukan menggunakan metode
padan intralingual dan ekstralingual. Tahapan dalam analisis data yaitu menentukan
parameter interjeksi emotif bahasa Jepang, menyusun pengujian untuk penutur jati
bahasa Jepang lalu menyusun klasifikasi dan eksplikasi berdasarkan parameter hasil
pengujian tersebut. Parameter-parameter yang dapat membedakan interjeksi emotif
bahasa Jepang yaitu [informasi lama], [intensitas keterkejutan], [ekspektasi], [bias
emosi], [spontanitas], [simpati], [keingintahuan] dan [bias gender]. Parameterparameter tersebut kemudian disusun menjadi skenario untuk diujikan kepada
penutur jati bahasa Jepang. Berdasarkan hasil pengujian interjeksi emotif bahasa
Jepang dapat diklasifikasikan menjadi dua kelas utama berdasarkan informasi lama,
serta sub kelas intensitas keterkejutan. Perbedaan-perbedaan tersebut kemudian
dituangkan ke dalam parafrase MSA untuk menghasilkan makna pada interjeksi
emotif bahasa Jepang.
Kata kunci: interjeksi emotif, bahasa Jepang, metabahasa semantik alami

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: interjeksi emotif, bahasa Jepang, metabahasa semantik alami
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Magister of Linguistic
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 15 Jul 2026 04:11
Last Modified: 15 Jul 2026 04:11
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56727

Actions (login required)

View Item View Item