Search for collections on Undip Repository

WACANA LEGITIMASI DAN DELEGITIMASI DALAM KONFLIK PAGAR LAUT TANGERANG: ANALISIS WACANA KRITIS

Nofitri, Tarizka Nur Widya (2026) WACANA LEGITIMASI DAN DELEGITIMASI DALAM KONFLIK PAGAR LAUT TANGERANG: ANALISIS WACANA KRITIS. Masters thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK_1.pdf] Text
ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK_2.pdf] Text
ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK_3.pdf] Text
ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK_3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK_4.pdf] Text
ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK_4.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK.pdf] Text
ML142 ADINDA AYU AZZAHRA 13020324410002 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik wacana legitimasi dan delegitimasi
dalam konflik pagar laut Tangerang dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana
Kritis Fairclough (2003) serta teori legitimasi dan delegitimasi van Leeuwen (2007).
Penelitian ini berfokus pada analisis strategi legitimasi dan strategi delegitimasi, faktor
sosio-kultural yang memengaruhi praksis wacana legitimasi dan delegitimasi,
keberpihakan pihak yang melakukan delegitimasi terhadap aturan tata ruang, serta latar
belakang ideologis yang melandasi praktik wacana tersebut. Data penelitian berupa
tuturan para aktor yang direpresentasikan melalui pemberitaan media massa terkait
konflik pagar laut Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana legitimasi
direalisasikan melalui strategi otorisasi, rasionalisasi, dan evaluasi moral yang
digunakan untuk membingkai pagar laut sebagai tindakan yang rasional, bermanfaat,
serta berorientasi pada kepentingan kolektif masyarakat pesisir. Sementara itu, wacana
delegitimasi direalisasikan melalui regulasi dan aturan hukum, evaluasi moral negatif,
penyangkalan otoritas, penyangkalan rasionalisasi, dan narasi negatif yang digunakan
untuk membangun representasi penolakan terhadap pembangunan pagar laut. Hasil
penelitian juga menunjukkan bahwa pihak yang melakukan delegitimasi, khususnya
pemerintah, memperlihatkan keberpihakan terhadap aturan Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) dan kewenangan negara dalam pengelolaan ruang laut melalui
penggunaan regulasi sebagai sumber legitimasi institusional. Praksis wacana legitimasi
dan delegitimasi dipengaruhi oleh posisi sosial aktor, motif yang melatarbelakangi
tindakan mereka, serta konteks institusional, situasional, dan historis yang
menunjukkan adanya relasi kuasa yang tidak setara (unequal power relations). Selain
itu, hasil analisis menunjukkan berdasarkan wacana legitimasi dan delegitimasi
tersebut, bahwa ideologi yang digunakan adalah ideologi ekonomi liberalis, dan
hegemoni digunakan oleh aktor sosial untuk membangun common sense yang berbeda
dalam membungkai narasi pagar laut. Dalam perspektif language in new capitalism
Fairclough (2002), wacana legitimasi dan delegitimasi membangun narasi yang
rasional untuk menormalisasi kepentingan dalam konflik pagar laut Tangeang.
Kata Kunci: Legitimasi, Delegitimasi, Analisis Wacana Kritis, Fairclough. Pagar laut
Tangerang

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Legitimasi, Delegitimasi, Analisis Wacana Kritis, Fairclough. Pagar laut Tangerang
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Magister of Linguistic
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 15 Jul 2026 03:49
Last Modified: 15 Jul 2026 03:49
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56717

Actions (login required)

View Item View Item