Maghfiroh, Siti (2026) TUTURAN DALAM TALKSHOW MATA NAJWA EPISODE “KULIAH, KERJA, DAN KENYATAAN”: KAJIAN VARIASI BAHASA MODEL MARTIN JOOS. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SI2479 SITI MAGHFIROH_ 13010122130073 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2479 SITI MAGHFIROH_ 13010122130073 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2479 SITI MAGHFIROH_ 13010122130073 OK_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2479 SITI MAGHFIROH_ 13010122130073 OK_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2479 SITI MAGHFIROH_ 13010122130073 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Maghfiroh, Siti. (2026). Tuturan dalam Talkshow Mata Najwa Episode “Kuliah,
Kerja, dan Kenyataan”: Kajian Variasi Bahasa Model Martin Joos. Skripsi (S-1)
Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang. Dosen Pembimbing:
Drs. Suharyo, M. Hum.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Variasi Bahasa
Tingkat Keformalan Model Martin Joos. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan variasi bahasa berdasarkan tingkat keformalan menurut teori
Martin Joos serta fungsi variasi bahasa yang ditemukan dalam talkshow Mata
Najwa episode ‘Kuliah, Kerja, dan Kenyataan’. Penelitian ini menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak dan teknik simak bebas libat
cakap serta teknik catat dalam pengumpulan data. Objek penelitian berupa tuturan
para pengisi acara pada episode tersebut yang kemudian diklasifikasikan
berdasarkan lima gaya tutur variasi bahasa berdasarkan teori Martin Joos dan empat
fungsi variasi bahasa berdasarkan teori Fishman. Metode analisis data
menggunakan metode padan, yakni digunakan untuk mengkaji satuan lingual yang
terkait dengan konteks data. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan
metode informal yang disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima ragam bahasa
menurut Martin Joos dalam talkshow Mata Najwa episode “Kuliah, Kerja, dan
Kenyataan”, dengan ragam santai (casual style), ragam usaha (consultative style),
dan ragam akrab (intimate style) sebagai ragam yang paling dominan digunakan.
Sementara itu, ragam resmi (formal style) dan ragam beku (frozen style) muncul
dalam jumlah yang lebih sedikit. Selain itu, ditemukan empat fungsi bahasa
menurut Joshua A. Fishman, yaitu fungsi referensial, direktif, fatik, dan emotif.
Fungsi referensial menjadi fungsi yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan
bahwa variasi bahasa dan fungsi bahasa berperan dalam menciptakan komunikasi
yang informatif, interaktif, dan mudah dipahami oleh audiens.
Kata kunci: sosiolinguistik, variasi bahasa, tingkat keformalan, fungsi variasi
bahasa, Martin Joos, Joshua A. Fishman, Mata Najwa
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sosiolinguistik, variasi bahasa, tingkat keformalan, fungsi variasi bahasa, Martin Joos, Joshua A. Fishman, Mata Najwa |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 08:10 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 08:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56658 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
