Maharani, Adelia Azzahra (2026) SUNYI YANG MEWARISKAN LUKA: TRAUMA FATHERLESS DAN PENERIMAAN DIRI DALAM PROSA LIRIS DUNIA TANPA AYAH KARYA ARKADIA LAWALON (KAJIAN HERMENEUTIKA). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SI2487 ADELIA AZZAHRA MAHARANI OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2487 ADELIA AZZAHRA MAHARANI OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2487 ADELIA AZZAHRA MAHARANI OK_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2487 ADELIA AZZAHRA MAHARANI OK_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2487 ADELIA AZZAHRA MAHARANI OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika psikologis tokoh anak perempuan
dalam prosa liris Dunia Tanpa Ayah karya Arkadia Lawalon, khususnya dalam
konteks pengalaman fatherless, trauma emosional, dan proses penerimaan diri.
Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana struktur prosa liris
merepresentasikan pengalaman batin tokoh, dan (2) bagaimana makna trauma
fatherless ditafsirkan melalui pendekatan psikologi sastra dengan kajian
hermeneutika. Penelitian ini menggunakan teori trauma Judith Herman sebagai
landasan utama, dengan dukungan kajian hermeneutika untuk menafsirkan tandatanda puitik yang merepresentasikan pengalaman traumatis. Metode penelitian
yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra
bercorak hermeneutik. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang
menampilkan pengalaman kehilangan figur ayah, keterasingan sosial, kerinduan
yang tidak terpenuhi, serta pencarian makna diri. Analisis dilakukan dengan teori
trauma Herman yang mencakup tiga tahap, yaitu safety, remembrance and
mourning, dan reconnection. Kerangka ini digunakan untuk menafsirkan
bagaimana trauma fatherless bekerja melalui bahasa puitik, struktur fragmentaris,
dan simbolisme yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
struktur prosa liris yang fragmentaris, repetitif, dan puitik berfungsi sebagai
medium representasi trauma tokoh. Trauma fatherless ditandai oleh hilangnya rasa
aman, keterpecahan identitas, dan keterasingan sosial. Proses pemulihan batin
tokoh berlangsung melalui refleksi, doa, dan simbolisme yang menandai usaha
rekoneksi dengan figur ayah. Dengan demikian, Dunia Tanpa Ayah tidak hanya
merepresentasikan pengalaman kehilangan, tetapi juga menghadirkan proses batin
tokoh dalam memahami trauma dan membangun penerimaan diri melalui bahasa
puitik yang ditafsirkan secara hermeneutik.
Kata kunci: fatherless, trauma, psikologi sastra, hermeneutika, prosa liris
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | fatherless, trauma, psikologi sastra, hermeneutika, prosa liris |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 04:56 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 04:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56625 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
