ISLAMI, Sabrina Habibah Mutiara (2026) Penerapan Self Organizing Map Dan K-Medoids Dalam Pengelompokan Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Archive (FULL TEXT)
BEBAS PUSTAKA FSM - SABRINA HABIBAH - STATISTIKA 2022.zip Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
3. LEMBAR PENGESAHAN I.pdf Download (31kB) |
|
|
Text
4. LEMBAR PENGESAHAN II.pdf Download (28kB) |
|
|
Text
5. KATA PENGANTAR.pdf Download (39kB) |
|
|
Text
6. ABSTRAK.pdf Download (80kB) |
|
|
Text
7. ABSTRACT.pdf Download (80kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR ISI.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
12. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (108kB) |
|
|
Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (222kB) |
Abstract
Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 35 kabupaten/kota dengan anggaran
belanja dan indikator makroekonomi yang sangat beragam, sehingga diperlukan
pengelompokan wilayah sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang
tepat sasaran. Penelitian ini menerapkan pendekatan two-stage clustering berbasis
Self-Organizing Map (SOM) dan K-Medoids menggunakan variabel realisasi
belanja daerah, PDRB per kapita, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT),
persentase penduduk miskin, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024,
dengan deteksi outlier multivariat menggunakan Robust Mahalanobis Distance
berbasis Minimum Covariance Determinant (MCD), optimasi hyperparameter
melalui Grid Search, serta penentuan jumlah klaster optimal menggunakan
pendekatan aggregate score dari Silhouette Coefficient, Davies Bouldin Index,
DUNN, dan Balance Ratio. Hasil analisis mengidentifikasi Kota Semarang sebagai
outlier ekstrem dengan nilai jarak Mahalanobis robust sebesar 2.228,039 sehingga
ditetapkan sebagai klaster eksklusif tersendiri, sementara konfigurasi SOM optimal
diperoleh pada grid 3×4 dengan 6.000 iterasi dan Quantization Error sebesar
1,0498. Pengelompokan terhadap 34 kabupaten/kota menghasilkan K=2
menghasilkan agregat score terbaik yaitu K=2 untuk klaster optimal, di mana
Klaster 1 beranggotakan 28 kabupaten/kota dengan rata-rata IPM 75,2 dan TPT
3,94%, sedangkan Klaster 2 mencakup 6 kabupaten di wilayah barat Jawa Tengah
(Banyumas, Batang, Brebes, Cilacap, Pemalang, dan Tegal) yang meskipun
memiliki realisasi belanja dan PDRB per kapita lebih tinggi, justru mencatatkan
TPT 7,03%, tingkat kemiskinan 11,4%, dan IPM lebih rendah sebesar 70,9,
mengindikasikan bahwa besarnya anggaran belum sepenuhnya berdampak pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci: Indikator makroekonomi, Self-Organizing Map, K-Medoids, Robust
Mahalanobis Distance, realisasi belanja daerah.
(NO. KETERSEDIAAN : 1665/E/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Statistics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 11:34 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 11:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56560 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
