Difatimah, Ananda (2026) RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annuum L.) TERHADAP PENGAPLIKASIAN PGPR DAN DOSIS NITROGEN BERBASIS TRICHOKOMPOS JERAMI PADI. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover-Bab 3_Ananda Difatimah_23020220140111_Agroekoteknologi 2020_removed.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 4-Daftar Pustaka_Ananda Difatimah_23020220140111_Agroekoteknologi 2020_removed.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
Lampiran-Biodata_Ananda Difatimah_23020220140111_Agroekoteknologi 2020_removed.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian PGPR akar bambu dan Trichokompos jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai keriting. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni ̶ Oktober 2025 di Desa Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 x 4 dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah dosis PGPR akar bambu dari 3 taraf yaitu
kontrol (P0), 20 ppm (P1), dan 40 ppm (P2), Faktor kedua adalah dosis nitrogen berbasis Trichokompos jerami padi terdiri dari 4 taraf yaitu 200 kg N/ha (3,91 g Urea/tanaman;T0), 200 kg N/ha (153,84 g Trichokompos/tanaman; T1), 250 kg N/ha
(192,30 g Trichokompos/tanaman; T2), dan 300 kg N/ha (230,76 g
Trichokompos/tanaman; T3). Parameter penelitian yaitu total klorofil daun, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, waktu muncul bunga, berat basah tanaman, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, panjang buah, dan bobot buah per tanaman. Data dianalisis statistik dengan analisis ragam, kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PGPR akar bambu tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan produksi cabai keriting, yang diduga disebabkan oleh rendahnya kepadatan populasi bakteri pada inokulan. Dosis nitrogen berbasis Trichokompos jerami padi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati, termasuk total klorofil daun, pertumbuhan vegetatif, waktu berbunga, dan komponen hasil, yang diduga berkaitan dengan kualitas kompos yang telah matang sempurna dan memenuhi standar hara makro SNI. Interaksi
antara PGPR dan dosis nitrogen hanya berpengaruh nyata terhadap waktu muncul bunga. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian PGPR akar bambu belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting.
Pemberian nitrogen berbasis Trichokompos jerami padi pada dosis 153,84 g Trichokompos/tanaman, 192,30 g Trichokompos/tanaman, dan 230,76 g Trichokompos/tanaman menghasilkan pertumbuhan dan produksi cabai keriting
yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Dengan demikian, penggunaan dosis yang lebih rendah dapat digunakan untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil yang setara, sedangkan efek interaksi kedua faktor hanya terjadi terhadap waktu muncul
bunga pada perlakuan P2T2.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | S1 Agroekoteknologi Undip |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 08:56 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 08:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56541 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
