Search for collections on Undip Repository

Analisis Fenetik dan Evaluasi DNA matK dalam Analisis Filogenetik Ketela Pohon (Manihot esculenta Crantz) di Wilayah Kudus, Jawa Tengah

Pratiwi, Safira Oktafia (2026) Analisis Fenetik dan Evaluasi DNA matK dalam Analisis Filogenetik Ketela Pohon (Manihot esculenta Crantz) di Wilayah Kudus, Jawa Tengah. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of Safira Oktafia Pratiwi.zip] Archive
Safira Oktafia Pratiwi.zip
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (178kB)
[thumbnail of 2. HALAMAN PENGESAHAN TTD.pdf] Text
2. HALAMAN PENGESAHAN TTD.pdf

Download (443kB)
[thumbnail of 4. ABSTRAK.pdf] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (184kB)
[thumbnail of 5. ABSTRACT.pdf] Text
5. ABSTRACT.pdf

Download (191kB)
[thumbnail of 6. DAFTAR ISI.pdf] Text
6. DAFTAR ISI.pdf

Download (182kB)
[thumbnail of 12. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
12. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (247kB)
[thumbnail of 18. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (346kB)

Abstract

Ketela pohon (Manihot esculenta Crantz) merupakan komoditas pangan dengan beragam aksesi
lokal yang telah banyak dikembangkan di Indonesia. Evaluasi kemampuan marker universal matK
dalam mengidentifikasi ketela pohon pada tingkat spesies dan aksesi lokal perlu dilakukan.
Penelitian ini mengombinasikan pendekatan fenetik dan molekuler berbasis marker matK untuk
mengevaluasi dua aksesi lokal ketela pohon yang berasal dari Wilayah Kudus. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi tingkat similaritas dua aksesi lokal serta efektivitas marker DNA maturase
K (matK) dalam diskriminasi taksonomi ketela pohon di wilayah Kudus. Dua aksesi lokal, yaitu
KTT dan KTS, dianalisis menggunakan pendekatan fenetik dan molekuler. Analisis fenetik
dilakukan dengan metode UPGMA menggunakan koefisien similaritas Gower, sedangkan analisis
molekuler dilakukan melalui amplifikasi DNA menggunakan tiga pasangan primer matK. Analisis
filogenetik dilakukan dengan metode Maximum Likelihood untuk memperoleh kandungan GC,
hubungan filogenetik, dan haplotipe. Hasil analisis fenetik menunjukkan indeks similaritas Gower
sebesar 29,6% antara aksesi KTT dan KTS, sehingga keduanya tergolong aksesi lokal yang
berbeda. Pemisahan aksesi terutama dipengaruhi oleh karakter anatomi epidermis akar dan korteks
daun. Primer 472F+1248R menunjukkan keberhasilan amplifikasi sebesar 100% pada seluruh
sampel, primer KIM 3F+1R sebesar 67% pada sampel KTT, sedangkan primer 390F+1326R gagal
mengamplifikasi seluruh sampel. Kandungan GC pada sampel KTT, KTS, dan M. esculenta
berkisar antara 32,4–32,9%. Hasil BLASTn menunjukkan bahwa sekuens hasil amplifikasi primer
472F+1248R memiliki kemiripan genetik 100% dengan Jacquemontia cf. glaucescens dan 99,61%
dengan M. esculenta. Primer 472F+1248R menghasilkan pengelompokan monofiletik bersama
beberapa spesies Manihot, sedangkan primer KIM 3F+1R menunjukkan kemampuan diskriminasi
yang lebih baik terhadap aksesi lokal Kudus dan kultivar M. esculenta. Dengan demikian, marker
matK memiliki kemampuan amplifikasi yang baik, tetapi daya diskriminasinya terbatas pada
tingkat intraspesifik.
Kata kunci: aksesi, amplikon, jarak genetik, jaringan, kultivar

(NO KETERSEDIAAN : 2275/B/2026)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 14 Jul 2026 01:30
Last Modified: 14 Jul 2026 01:30
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56538

Actions (login required)

View Item View Item