Search for collections on Undip Repository

IDENTIFIKASI DAN UJI KISARAN INANG PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADI DI KECAMATAN TUNTANG DAN UNGARAN TIMUR PROVINSI JAWA TENGAH

Simbolon, Diovan Kokasih (2026) IDENTIFIKASI DAN UJI KISARAN INANG PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADI DI KECAMATAN TUNTANG DAN UNGARAN TIMUR PROVINSI JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Diovan Kokasih Simbolon_Bab 1 - 3.pdf] Text
Diovan Kokasih Simbolon_Bab 1 - 3.pdf

Download (925kB)
[thumbnail of Diovan Kokasih Simbolon_Bab 4 - Dafpus.pdf] Text
Diovan Kokasih Simbolon_Bab 4 - Dafpus.pdf

Download (842kB)
[thumbnail of Diovan Kokasih Simbolon_Lampiran.pdf] Text
Diovan Kokasih Simbolon_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (795kB)

Abstract

DIOVAN KOKASIH SIMBOLON. 23020220140051. Identifikasi dan Uji
Kisaran Inang Patogen Penyebab Penyakit Hawar Pelepah Padi di Kecamatan
Tuntang dan Ungaran Timur Provinsi Jawa Tengah. (Pembimbing:
FLORENTINA KUSMIYATI dan A’ISYAH SURYA BINTANG)
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas tanaman pangan strategis yang
memegang peranan vital sebagai sumber makanan pokok bagi sebagian besar
penduduk Indonesia. Salah satu kendala biologis utama yang menyebabkan
penurunan hasil produksi padi secara signifikan adalah terserang penyakit.
Penyakit hawar pelepah merupakan kendala serius bagi produksi padi, yang
berpotensi
menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dan menguji kisaran inang dari patogen penyebab penyakit hawar
pelepah pada padi di Kabupaten Semarang.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman,
Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro yaitu isolasi dan
karakterisasi isolat dilanjutkan dengan uji kisaran inang yang dilaksanakan di Jalan
Tlogosari Utara Kecamatan Tembalang Kota Semarang Jawa Tengah pada bulan
April – September 2024. Penelitian terbagi atas dua tahap, tahap pertama yaitu
inventarisasi gejala yang meliputi survei lapangan, isolasi patogen dari tanaman
padi yang terinfeksi, pemurnian pada media PDA, dan analisis morfologi. Tahap
kedua meliputi uji kisaran inang yaitu isolat diinokulasikan ke 5 jenis tanaman
berbeda yaitu padi varietas ciherang, padi varietas gogo cirata, padi varietas inpari
5, kacang hijau varietas vima 3, dan jagung manis varietas bonanza.Data insidensi
penyakit dari ke 5 tanaman tersebut akan di olah dengan Annova (Analysis of
Variance) menggunakan rancangan acak lengkap dengan uji lanjut BNJ (Beda
Nyata Jujur) dengan taraf 5%.
Hasil uji identifikasi menunjukkan bahwa isolat Rhizoctonia solani
memiliki ciri-ciri umum, yang meliputi hifa bersepta dengan sudut percabangan
rata-rata 90°, pangkal cabang yang menyempit, dan produksi sklerotia berwarna
coklat hingga kehitaman. Laju pertumbuhan koloni berkisar antara 17,5 dan 30
mm/hari. Hasil insidensi penyakit dari uji kisaran inang pada lima jenis tanaman
mengungkapkan bahwa kejadian tertinggi terjadi pada padi Inpari (44%), diikuti
oleh padi Ciherang (32%), jagung manis (32%), kacang hijau (32%), dan terendah
pada padi gogo (24%).
Berdasarkan hasil pada penelitian ini yaitu patogen penyebab hawar pelepah
padi di Kabupaten Semarang berhasil diidentifikasi sebagai Rhizictonia solani
berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis yang terdapat pada isolat dan gejala
yang terdapat pada uji kisaran inang. Uji kisaran inang menunjukkan bahwa
Rhizoctonia solani memiliki lebih dari satu kisaran inang, yaitu padi varietas
ciherang, padi varietas inpari, padi gogo varietas cirata, kacang hijau varietas vima
3, dan jagung manis varietas bonanza.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology
Depositing User: S1 Agroekoteknologi Undip
Date Deposited: 13 Jul 2026 08:55
Last Modified: 13 Jul 2026 08:55
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56528

Actions (login required)

View Item View Item