Kusuma, Azril Praja (2026) RESPON FISIOLOGIS TANAMAN BAWANG MERAH AKIBAT KONSENTRASI BIOSTIMULAN EKSTRAK RUMPUT LAUT MERAH (Gracilaria spp.) PADA KONDISI KEKERINGAN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Azril Praja Kusuma - Cover - Bab 3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Azril Praja Kusuma - Bab 4 - Daftar Pustaka.pdf Download (586kB) |
|
|
Text
Azril Praja Kusuma - Lampiran - Riwayat Hidup.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
AZRIL PRAJA KUSUMA. 23020222140150. 2026. Respon Fisiologis Tanaman
Bawang Merah Akibat Konsentrasi Biostimulan Ekstrak Rumput Laut Merah
(Gracilaria spp.) Pada Kondisi Kekeringan. (Pembimbing: Fajrin Pramana Putra
dan Karno).
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh cekaman kekeringan dan
konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut merah terhadap fisiologis tanaman
bawang merah. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 - Maret
2026. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Balai Penerapan Modernisasi
Pertanian (BRMP) Jawa Tengah dan di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan
Tanaman, Program Studi Agroekoteknologi, Departemen Pertanian, Fakultas
Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap
(RAL) faktorial 2 × 4 dengan 4 ulangan yang disusun dalam pola Petak Terbagi
(Split Plot Design). Petak utama adalah tingkat cekaman kekeringan yaitu 80% KL
(K0) dan 40% KL (K1). Anak petak adalah konsentrasi biostimulan ekstrak rumput
laut merah yaitu 0% (B0), 1% (B1), 2% (B2), dan 3% (B3), sehingga terdapat 8
kombinasi perlakuan dengan total 32 unit percobaan. Parameter yang diamati
meliputi leaf relative water content, kerapatan stomata, lebar bukaan stomata,
kebocoran elektrolit, membrane stability index, kadar klorofil, kadar karotenoid,
water use efficiency, kadar prolin, kadar malondialdehyde, tinggi tanaman, jumlah
daun, luas daun, bobot segar biomassa tanaman, bobot kering biomassa tanaman,
dan rasio akar tajuk. Kondisi lingkungan yang diamati adalah suhu, kelembaban
udara, dan intensitas cahaya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis
of Variance dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan petak utama berupa cekaman
kekeringan memberikan pengaruh nyata pada parameter water use efficiency, kadar
prolin, kadar malondialdehyde, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar biomassa
tanaman. Perlakuan anak petak berupa konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut
merah berpengaruh nyata pada parameter lebar bukaan stomata, kadar
malondialdehyde, tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Interaksi antara
kedua perlakuan berpengaruh nyata pada parameter kadar prolin.
Simpulan dari penelitian ini adalah cekaman kekeringan 40% KL
menurunkan jumlah daun, luas daun, dan bobot segar biomassa, serta meningkatkan
kadar prolin, malondialdehyde (MDA), dan water use efficiency. Biostimulan
ekstrak rumput laut merah konsentrasi 3% meningkatkan lebar bukaan stomata,
konsentrasi 2% meningkatkan luas daun, dan konsentrasi 1% meningkatkan tinggi
tanaman, jumlah daun, serta menurunkan kadar MDA. Interaksi cekaman
kekeringan dan konsentrasi biostimulan terjadi pada kadar prolin, 40% KL pada
konsentrasi 1% mampu menurunkan kadar prolin dibanding tanpa biostimulan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | S1 Agroekoteknologi Undip |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 07:46 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 07:46 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56524 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
