ARFINTO, Erman Denny (2026) PEMODELAN TERM-STRUCTURE DINAMIS MELALUI ESTIMASI LEVEL, SLOPE DAN CURVATURE DARI YIELD CURVE OBLIGASI PEMERINTAH DI INDONESIA. Doctoral thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. D - Cover - 12020119510044.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. D - Abstrak (Inggris) - 12020119510044.pdf - Published Version Download (289kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. D - Abstrak (Indonesia) - 12020119510044.pdf - Published Version Download (290kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. D - Daftar Isi - 12020119510044.pdf - Published Version Download (606kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
13. D - Daftar Pustaka - 12020119510044.pdf - Published Version Download (372kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
17. D - Fulltext PDF Bookmarks - 12020119510044.pdf Restricted to Repository staff only Download (16MB) |
Abstract
Penelitian ini memodelkan struktur term dinamis dari kurva imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia (2002-2024) dengan menjembatani kesenjangan antara stabilitas estimasi kurva dan mekanisme transmisi makro-keuangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dua tahap, kurva imbal hasil pertama kali diestimasi melalui model Nelson-Siegel (NS) dan Nelson-Siegel-Svensson (NSS). Evaluasi metodologis menunjukkan bahwa algoritma optimasi Dual Annealing menghasilkan faktor laten yang paling tangguh, level β 0, slope β1, dan curvature β2 dan β3, serta mampu memitigasi outlier artifisial yang sering dihasilkan oleh metode deterministik seperti Newton-Rhapson. Pada tahap kedua, faktor-faktor yang telah dioptimasi tersebut diintegrasikan ke dalam model VAR-X untuk menganalisis transmisi guncangan makroekonomi (inflasi, BI Rate, PDB, dan volatilitas USD/IDR) menggunakan Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Hasil empiris menunjukkan adanya hierarki determinan makroekonomi yang jelas. Faktor level β0 secara signifikan didorong oleh BI Rate dan volatilitas USD/IDR,yang mencerminkan sensitivitas pasar terhadap ekspektasi kebijakan moneter dan premi risiko eksternal. Inflasi tidak menunjukkan dampak signifikan yang mengindikasikan ekspektasi jangka panjang yang terjangkar dengan baik, sementara PDB yang lebih tinggi cenderung menekan premi risiko jangka panjang. Faktor slope β1 terutama dipengaruhi oleh BI Rate; guncangan kebijakan menyebabkan kurva mendatar karena imbal hasil jangka pendek merespons lebih cepat. Sebaliknya, faktor curvature β2 dan β3 sebagian besar tidak responsif terhadap guncangan makro bulanan, melainkan lebih didorong oleh struktur mikro pasar, likuiditas, dan dinamika preferred habitat. Secara teoretis, temuan ini menolak Expectations Hypothesis murni dan lebih sejalan dengan kerangka Expectations-Term Premium yang diperluas dengan segmentasi pasar. Secara praktis, penelitian ini mengimplikasikan bahwa Bank Indonesia dan otoritas pengelola utang harus memprioritaskan kredibilitas moneter dan mitigasi risiko eksternal untuk mengendalikan biaya pinjaman jangka panjang, sembari memperhatikan kedalaman pasar untuk mengelola dinamika maturitas jangka menengah.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | yield curve, term structure, Nelson-Siegel, Nelson-Siegel-Svensson, dual annealing, VAR-X, level-slope-curvature, BI Rate, exchange-rate volatility, Indonesia |
| Subjects: | Economics and Business Economics and Business > Management |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Doctor Program in Economics |
| Depositing User: | Doktor Ekonomi Lib |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 06:04 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 06:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56513 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
