AFIFA, Meutia Rahmi (2026) Simulasi PHITS 3.35 dalam Membandingkan Efektivitas Shielding Beton, Timbal, dan Kombinasi Beton-Timbal pada Radiasi Spektrum Sinar-X di Berbagai Jarak Fantom-Dinding. Masters thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Archive (FULL TEXT)
bebasperpustakaan_meutiarahmiafifa_24040123420032.zip Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
1.Cover _Tesis Meutia RA-1.pdf Download (13kB) |
|
|
Text
3. Lembar Pernyataan orisinalitas Draft Tesis Meutia RA-4.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
5. Halaman pengesahan Tesis_Draft Tesis Meutia RA-6.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
6. kata pengantar Draft Tesis Meutia RA-7-8.pdf Download (76kB) |
|
|
Text
7.Daftar isi Tesis Meutia RA-9-10.pdf Download (86kB) |
|
|
Text
12. Abstrak Tesis Meutia RA-15-16.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
13. bab I Tesis Meutia RA-17-20.pdf Download (86kB) |
|
|
Text
18. Daftar PustakaTesis Meutia RA-68-72.pdf Download (153kB) |
Abstract
Penggunaan radiasi pengion dalam bidang medis memerlukan optimasi shielding
struktural, terutama pada fasilitas dengan keterbatasan ruang. Penelitian ini bertujuan
untuk membandingkan efektivitas shielding radiasi hambur sekunder, berdasarkan jarak
fantom-dinding terhadap serta memperoleh estimasi awal jarak fantom-dinding yang
berpotensi memenuhi batas dosis aman bagi masyarakat umum (<1 mSv/tahun). Simulasi
dilakukan menggunakan metode monte carlo dengan perangkat lunak Particle and Heavy
Ion Transport code System (PHITS) versi 3.35, dengan sumber spektrum sinar-X
tegangan puncak 150 kVp yang dihasilkan melalui SpekCalc sebagai representasi kondisi
worst-case. Jarak fantom-dinding divariasikan dari 0,25 m hingga 2,0 m, dengan tiga
konfigurasi shielding dibandingkan berupa beton 20 cm (densitas 2,35 g/cm³), timbal 2
mm (densitas 11,34 g/cm³), dan kombinasi timbal 2 mm dengan beton 20 cm. Hasil
simulasi menunjukkan bahwa shielding selapis, baik beton maupun timbal, tidak mampu
memenuhi batas dosis 1 mSv/tahun pada seluruh rentang jarak yang diuji, dengan estimasi
dosis tahunan berkisar 3,10–134,11 mSv/tahun untuk beton dan 15,06–602,71 mSv/tahun
untuk timbal. Konfigurasi kombinasi beton-timbal menunjukkan efektivitas atenuasi yang
jauh lebih superior, dengan reduksi radiasi pada seluruh rentang jarak yang diuji
mendekati atau di bawah ambang batas sensitivitas statistik simulasi mengindikasikan
tingkat atenuasi yang sangat tinggi. Pada jarak 0,25 m, estimasi dosis tahunan sebesar
0,968 mSv/tahun masih berada di bawah batas aman masyarakat, sementara pada jarak
0,5–2,0 m tidak terdapat foton yang terdeteksi sama sekali dalam 10⁹ history partikel. Hal
ini menunjukkan atenuasi yang melampaui kapasitas deteksi simulasi, sehingga membuat
hasil memiliki relative error yang tinggi. Hasil ini menunjukkan secara kualitatif
keunggulan konfigurasi kombinasi dibandingkan shielding selapis, sekaligus
mengindikasikan perlunya jumlah partikel yang lebih besar atau teknik variance
reduction pada penelitian lanjutan untuk memperoleh karakterisasi kuantitatif jarak
optimum yang lebih presisi.
Kata kunci: shielding radiasi, PHITS, Monte Carlo, kombinasi beton-timbal, sinar-X
diagnostik, H∗(10).
(NO. KETERSEDIAAN : 259/S2FIS/2026)
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 06:39 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 06:39 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56498 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
