SAFITRI, Ernik Dwi (2026) Enkapsulasi Tanin dari Daun Jambu Biji Sebagai Green Inhibitor Oksidasi Pirit pada Fosil. Masters thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Archive (FULL TEXT)
BEBAS PERPUS_Ernik Dwi Safitri.zip Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. Cover.pdf Download (223kB) |
|
|
Text
3. Lembar Pernyataan Orisinalitas.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
4. Halaman Pengesahan Ernik DS.pdf Download (195kB) |
|
|
Text
6. Kata Pengantar.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
7. Abstrak.pdf Download (199kB) |
|
|
Text
8. Daftar Isi.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
13. Bab 1 Pendahuluan.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
18. Daftar Pustaka.pdf Download (271kB) |
Abstract
Pirit (FeS2) merupakan salah satu mineral yang berperan dalam pengawetan
makhluk hidup menjadi fosil. Namun, keberadaan pirit (FeS2) dalam fosil
menunjukkan sifat tidak stabil dan mudah bereaksi, yang menyebabkan kerusakan
seperti retakan dan kehancuran fosil. Berbagai metode sebelumnya menunjukkan
toksisitas tinggi dan belum cukup efektif untuk diaplikasikan pada fosil besar. Tanin
merupakan alternatif ramah lingkungan yang terbukti dapat menghambat reaksi
oksidasi melalui pembentukan lapisan pasivasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi tanin yang berasal dari daun jambu biji sebagai green inhibitor dari
oksidasi pirit yang terdapat pada fosil. Ekstrak tanin (TE) diperoleh dari daun jambu
biji dengan metode ekstraksi maserasi dan ultrasonikasi, serta untuk meningkatkan
stabilitas dan efektivtiasnya dilakukan proses enkapsulasi melalui metode gelasi
ionik. Karakteristik tanin dari ekstrak daun jambu biji diidentifikasi melalui
pembentukan gugus fungsi, kandungan mineral, dan analisis ukuran partikel,
Evaluasi efektivitas ekstrak tanin sebagai green inhibitor oksidasi pirit dilakukan
menggunakan uji elektrokimia dan pelidian. Hasil uji elektrokimia dari dari metode
EIS menunjukkan pelapisan fosil dengan ekstrak tanin menghambat oksidasi pirit
dengan meningkat resistansi transfer muatan (Rct). Melalui metode Voltammetri
Potensiodinamik ekstrak tanin menghambat oksidasi pirit melalui penurunan arus
korosi (Icorr) hingga 67%. Uji pelindian menunjukkan pelapisan ekstrak tanin
menghambat oksidasi pirit dengan menurunkan pelepasan sulfur mencapai 74,3%
dan pelepasan besi sampai 29%. Lapisan pasivasi terbaik dihasilkan dari pelapisan
dengan enkapsulasi tanin pada rasio-kitosan 1CS-0,25TE. Enkapsulasi tanin
dengan polimer kitosan terbuti efektif meningkatkan efektivtias tanin sebagai green
inhibitor oksidasi pirit pada fosil. Pemanfaatan enkapsulasi tanin dalam perawatan
fosil merupakan langkah dalam aplikasi keilmuan material dalam mendukung
konservasi berkelanjutan pada obyek warisan budaya.
Kata Kunci: ekstrak tanin, enkapsulasi, lapisan pasivasi, oksidasi pirit, fosil
(NO. KETERSEDIAAN : 255/S2FIS/2026)
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 06:19 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 06:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
