Mar’atuzakiyah, Aufa (2026) Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium) terhadap Candida albicans secara In Vitro. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Aufa Mar'atuzakiyah.zip Restricted to Repository staff only Download (14MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.PDF Download (2MB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.PDF Download (503kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.PDF Download (503kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.PDF Download (504kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.PDF Download (544kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.PDF Download (1MB) |
Abstract
Candida albicans merupakan fungi oportunistik penyebab kandidiasis oral
yang masih banyak ditemukan serta berpotensi mengalami resistensi terhadap
antifungi sintetis. Daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) diketahui
mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antifungi alami.
Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antifungi ekstrak daun pucuk merah (S.
myrtifolium) pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan C. albicans secara in
vitro, serta mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Penelitian ini
menggunakan metode eksperimental dengan uji difusi cakram (Kirby-Bauer) pada
media Mueller Hinton Agar (MHA). Perlakuan terdiri atas DMSO 10% (C0)
sebagai kontrol negatif, nystatin (C1) sebagai kontrol positif, serta ekstrak daun
pucuk merah konsentrasi 25% (C2), 50% (C3), 75% (C4), dan 100% (C5). Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisis One-Way
ANOVA yang dilanjutkan uji Tukey HSD pada taraf signifikansi 5%. Analisis
fitokimia dilakukan secara kualitatif, sedangkan identifikasi senyawa menggunakan
GC-MS berdasarkan database NIST. Hasil pengujian menunjukkan zona hambat
sebesar 15,20 mm (C1), 8,15 mm (C2), 10,30 mm (C3), 12,10 mm (C4), dan 10,75
mm (C5). Variasi konsentrasi ekstrak tidak menunjukkan pola peningkatan yang
konsisten karena terjadi penurunan zona hambat pada konsentrasi 100%
dibandingkan 75%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi
ekstrak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menghambat pertumbuhan C.
albicans (p < 0,05), sehingga diameter zona hambat berbeda antarperlakuan. Uji
lanjut Tukey HSD menunjukkan bahwa perlakuan C3 dan C5 tidak berbeda nyata,
sehingga keduanya memiliki efektivitas penghambatan yang setara, sedangkan
perlakuan lainnya berbeda signifikan. Analisis GC-MS mengidentifikasi berbagai
senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, fenolik/tanin, dan terpenoid. Ekstrak
daun pucuk merah (S. myrtifolium) menunjukkan aktivitas antifungi terhadap C.
albicans secara in vitro dan berpotensi sebagai sumber antifungi alami.
Kata kunci : Candida albicans, antifungi, Syzygium myrtifolium
(NO KETERSEDIAAN : 2267/B/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:13 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 03:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56454 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
