Pratiwi, Aura Dian (2026) Komposisi, Distribusi dan Karakteristik Morfo-Anatomi Lumut pada Zona Riparian Danau Matano, Sulawesi Selatan. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Aura Dian Pratiwi.zip Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (62kB) |
|
|
Text
5. ABSTRAK.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
6. ABSTRACT.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (254kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (305kB) |
Abstract
Lumut (Bryophytes) memiliki peran ekologis penting dalam menjaga kelembapan
mikro, mencegah erosi, dan sebagai bioindikator potensial. Zona riparian Danau
Matano yang memiliki karakteristik geokimia batuan ultramafik kaya nikel dan besi
berpotensi memengaruhi komposisi komunitas lumut melalui seleksi lingkungan,
namun informasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi
spesies lumut, mendeskripsikan karakter morfo-anatomi, menganalisis komposisi
dan distribusi, serta mengkaji pola pengelompokan stasiun di zona riparian Danau
Matano, Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel menggunakan metode jelajah pada
tujuh stasiun dengan berbagai tipe substrat. Identifikasi dilakukan berdasarkan
karakter morfo-anatomi fase gametofit dan sporofit. Analisis kemiripan
menggunakan indeks Sørensen dan pola pengelompokan stasiun dianalisis dengan
metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA). Hasil
penelitian mencatat keberadaan 46 spesies lumut yang tergolong dalam 11 famili
dari divisi Marchantiophyta dan Bryophyta. Famili Lejeuneaceae (didominasi
genus Lejeunea) menjadi kelompok epifit paling dominan dengan 21 spesies
(45,7%), diikuti Calymperaceae dengan 8 spesies (17,4%). Distribusi spesies
cenderung terbatas secara lokal dan tidak merata, dengan kelimpahan tertinggi
ditemukan pada substrat epifit di stasiun bertutupan tajuk rapat seperti Nuha, Kali
Dingin, dan Pulau Lakai. Indeks Sørensen berkisar antara 0–0,53, menunjukkan
variasi tinggi komposisi spesies antarstasiun. Analisis UPGMA menghasilkan dua
kelompok utama stasiun yang merepresentasikan perbedaan pola kemiripan
komposisi spesies lumut; kelompok pertama didominasi lumut epifit di area
bervegetasi rapat, sedangkan kelompok kedua mencakup area terbuka yang
berdekatan dengan aktivitas antropogenik dan pertambangan nikel (Pantai Ide dan
Pantai Salonsa). Struktur morfo-anatomi seperti lobulus kantung pada
Lejeuneaceae mendukung retensi air untuk adaptasi epifit. Karakteristik komunitas
ini menunjukkan potensi adaptif lumut terhadap gradien vegetasi riparian dan
mengindikasikan prospek taksa tertentu (seperti Fissidentaceae, Pottiaceae, dan
Hypnaceae) sebagai kandidat bioindikator lokal pada kawasan ultramafik.
Kata kunci: Bryophytes, Danau Matano, distribusi spesies, lumut, riparian,
Sørensen, UPGMA.
(NO KETERSEDIAAN : 2264/B/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 08:11 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 08:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56427 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
