Search for collections on Undip Repository

Histopatologi Ren Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diberi Ekstrak Daun Meniran Hijau (Phyllanthus niruri L.) dan Induksi Cisplatin

Amalia, Mirra Rodhiana Karimatul (2026) Histopatologi Ren Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diberi Ekstrak Daun Meniran Hijau (Phyllanthus niruri L.) dan Induksi Cisplatin. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of Mirra Rodhiana Karimatul Amalia.zip] Archive
Mirra Rodhiana Karimatul Amalia.zip
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (29kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.PDF] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.PDF

Download (297kB)
[thumbnail of 5. ABSTRAK.pdf] Text
5. ABSTRAK.pdf

Download (8kB)
[thumbnail of 6. ABSTRACT.pdf] Text
6. ABSTRACT.pdf

Download (8kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI.pdf] Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (83kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI.pdf] Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (83kB)
[thumbnail of 11. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (83kB)
[thumbnail of 16. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (103kB)

Abstract

Cisplatin merupakan agen kemoterapi nefrotoksik yang memicu kerusakan jaringan
ren melalui radikal bebas, sehingga diperlukan upaya proteksi menggunakan
antioksidan eksogen seperti meniran hijau (Phyllanthus niruri L.). Penelitian ini
bertujuan mengetahui tingkat kerusakan struktur histologi ren dan dosis efektif
ekstrak meniran hijau sebagai agen protektif pada tikus wistar (Rattus norvegicus)
yang diinduksi cisplatin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan: P0 (kontrol normal), P1 (cisplatin 7,5
mg/kg BB), P2 (ekstrak meniran 200 mg/kg BB + cisplatin), dan P3 (ekstrak
meniran 400 mg/kg BB + cisplatin). Ekstrak dibuat melalui metode maserasi dan
enkapsulasi. Tikus diaklimasi selama 14 hari kemudian dilakukan perlakuan
akuades dan larutan ekstrak meniran secara oral selama 15 hari, sedangkan cisplatin
dilarutkan dalam NaCl 0,9% dan diinjeksikan secara intraperitoneal pada hari ke-
10. Isolasi ren dilakukan hari ke-16 pasca-euthanasia, dilanjutkan pembuatan
preparat metode parafin dengan pewarnaan hematoksilin-eosin. Variabel yang
diamati meliputi diameter dan distribusi glomerulus, jarak ruang kapsula Bowman,
diameter tubulus proksimal dan distal, konsumsi air minum, bobot relatif ren, serta
skoring kerusakan jaringan. Data parametrik dianalisis menggunakan ANOVA dan
uji Duncan, sedangkan data skoring menggunakan uji Kruskal-Wallis dan MannWhitney. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan meniran dan induksi cisplatin
memengaruhi distribusi glomerulus, namun diameter glomerulus berbeda tidak
signifikan (p > 0,05). Induksi cisplatin secara nyata memicu pelebaran ruang
kapsula Bowman disertai atrofi epitel parietal pada P1, serta dilatasi tubulus distal
antarperlakuan (p < 0,05). Analisis bobot ren dan konsumsi minum menunjukkan
hasil berbeda tidak signifikan (p > 0,05). Kerusakan berupa nekrosis sel epitel
tubulus dan pembentukan hyaline cast tetap ditemukan pada P1, P2, dan P3.
Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat kerusakan struktur histologi ren
mengalami penurunan oleh pemberian ekstrak meniran hijau pada sebagian
jaringan, dan dosis 200 mg/kgBB (P2) berpotensi sebagai nefroprotektor awal.
Kata Kunci: Dilatasi tubulus, glomerulus, nefroprotektor, nefrotoksik

(NO KETERSEDIAAN : 2262/B/2026)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 10 Jul 2026 08:01
Last Modified: 10 Jul 2026 08:01
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56425

Actions (login required)

View Item View Item