Rizki, Herenzim Caesaria Annur (2026) PENENTUAN ALTERNATIF LOKASI LAHAN SAWAH DILINDUNGI (LSD) DI KECAMATAN MERTOYUDAN, KABUPATEN MAGELANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (FULL BAB)
090726_herenzim.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text (COVER)
090726_herenzim-1-9.pdf - Published Version Download (233kB) |
|
|
Text (BAB I)
090726_herenzim-10-24.pdf - Published Version Download (824kB) |
|
|
Text (BAB II)
090726_herenzim-25-31.pdf - Published Version Download (227kB) |
|
|
Text (BAB III)
090726_herenzim-32-44.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
090726_herenzim-45-70.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB V)
090726_herenzim-69-70.pdf - Published Version Download (54kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
090726_herenzim-71-73.pdf - Published Version Download (120kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
090726_herenzim-74-85.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kecamatan Mertoyudan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Magelang (118.686 jiwa) dan ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dalam RTRW Kabupaten Magelang Tahun 2024–2044, sehingga tekanan alih fungsi lahan sawah di wilayah ini tergolong tinggi. Luas lahan sawah tercatat menyusut dari 1.859 Ha pada tahun 2017 menjadi 1.033 Ha pada tahun 2023, atau berkurang 44,43% dalam enam tahun. Kondisi ini diperparah oleh belum ditetapkannya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tingkat kecamatan serta data Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang masih mengacu pada penetapan tahun 2021, sehingga pemutakhiran LSD menjadi mendesak.
Penelitian ini bertujuan menentukan alternatif lokasi LSD di Kecamatan Mertoyudan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui overlay data Lahan Baku Sawah (LBS), RTRW, penggunaan lahan eksisting, Hak Atas Tanah (HAT), Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP), dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Hasil penelitian menunjukkan LBS awal 1.045,96 Ha terkoreksi menjadi 1.192,87 Ha berdasarkan penggunaan lahan eksisting tahun 2023. Analisis faktor pengurang menghasilkan 353,64 Ha lahan yang perlu dikeluarkan, dengan HAT nonpertanian nonterbangun sebagai komponen dominan (243,20 Ha). Faktor penambah mengidentifikasi 10,88 Ha sawah potensial yang setelah validasi lapangan menjadi 8,07 Ha. Rekomendasi LSD yang dihasilkan sebesar 850,07 Ha atau 81,27% dari LBS awal, yang dapat menjadi dasar pengendalian alih fungsi lahan, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, serta rekomendasi dalam penyusunan dan evaluasi RDTR maupun pengendalian pemanfaatan ruang di Kecamatan Mertoyudan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lahan Sawah Dilindungi, Alih Fungsi Lahan, Lahan Baku Sawah, SIG, Kecamatan Mertoyudan |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 07:29 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 07:29 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56401 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
