Pambayun, Muhammad Frakha Pulung and Purnaweni, Hartuti (2026) DIFUSI INOVASI APLIKASI LIBAS DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Muhammad Frakha Pulung Pambayun_14020121140125_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
|
|
Text
Muhammad Frakha Pulung Pambayun_14020121140125_BAB I.pdf - Submitted Version Download (847kB) |
|
|
Text
Muhammad Frakha Pulung Pambayun_14020121140125_BAB II.pdf - Submitted Version Download (495kB) |
|
|
Text
Muhammad Frakha Pulung Pambayun_14020121140125_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (445kB) |
|
|
Text
Muhammad Frakha Pulung Pambayun_14020121140125_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (270kB) |
|
|
Text
Muhammad Frakha Pulung Pambayun_14020121140125_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (196kB) |
|
|
Text
Muhammad Frakha Pulung Pambayun_14020121140125_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (631kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji proses difusi inovasi aplikasi LIBAS yang dikembangkan
oleh Polrestabes Semarang sebagai instrumen keamanan publik berbasis digital.
Latar belakang penelitian ini berakar pada rendahnya tingkat adopsi aplikasi
meskipun telah tersedia secara resmi sejak tahun 2021, di mana jumlah pengguna
aktif belum mencerminkan potensi penerima manfaat di Kota Semarang. Penelitian
ini bertujuan untuk (1) menganalisis proses difusi inovasi aplikasi LIBAS di Kota
Semarang, dan (2) mengidentifikasi faktor pendukung serta faktor penghambat
difusi inovasi tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain
deskriptif dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara
mendalam terhadap informan kunci dari Presisi Command Center (PCCP)
Polrestabes Semarang, informan utama dari kalangan pengguna aplikasi, serta
tokoh masyarakat selaku pimpinan opini. Kerangka analisis berlandaskan teori
Difusi Inovasi Rogers yang mencakup empat elemen: karakteristik inovasi, saluran
komunikasi, jangka waktu, dan sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
proses difusi aplikasi LIBAS telah melewati tahapan krusial dalam kerangka
Rogers dari tahap pengetahuan hingga keputusan adopsi dengan strategi
komunikasi multimoda yang mengintegrasikan media sosial dan program RT Smart
berbasis kepemimpinan komunitas. Lima faktor pendukung yang teridentifikasi
meliputi: dukungan institusional melalui PCCP, peran pimpinan opini di tingkat
RT/RW, testimoni antarwarga, keselarasan dengan gaya hidup digital masyarakat,
dan norma sosial gotong royong dalam keamanan lingkungan. Sementara itu, faktor
penghambat dikelompokkan dalam tiga kategori: hambatan teknis (beban aplikasi
dan ketergantungan jaringan), hambatan manajerial (fragmentasi saluran informasi
dan stagnasi pembaruan data), serta hambatan psikologis (kekhawatiran terhadap
keamanan data pribadi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan difusi
LIBAS secara berkelanjutan bergantung pada kemampuan Polrestabes Semarang
dalam mengoptimalkan faktor pendukung sekaligus memitigasi ketiga kategori
hambatan secara simultan dan terencana.
Kata Kunci: Difusi Inovasi, Aplikasi LIBAS, Pelayanan Publik Digital, Polrestabes
Semarang, Keamanan Berbasis Teknologi
No. 197 Administrasi Publik 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 06:09 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 06:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56398 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
