PANJAITAN, RUTH BEATRIX SPESIO and Sukinta, Sukinta and Cahyaningtyas, Irma (2026) TINJAUAN TENTANG FAKTOR YANG MERINGANKAN PENJATUHAN SANKSI PIDANA KEPADA JUSTICE COLLABOLATOR DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA KORUPSI. _043 Acara 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
RUTH BEATRIX SPESIO PANJAITAN-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (654kB) |
|
|
Text
RUTH BEATRIX SPESIO PANJAITAN-abstrak.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
RUTH BEATRIX SPESIO PANJAITAN-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (358kB) |
|
|
Text
RUTH BEATRIX SPESIO PANJAITAN-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (363kB) |
|
|
Text
RUTH BEATRIX SPESIO PANJAITAN-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (505kB) |
|
|
Text
RUTH BEATRIX SPESIO PANJAITAN-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (190kB) |
|
|
Text
RUTH BEATRIX SPESIO PANJAITAN-dapus.pdf Download (187kB) |
Abstract
Pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia menghadapi tantangan serius, salah satunya adalah sulitnya memperoleh alat bukti yang memadai, sehingga diperlukan instrumen hukum alternatif berupa justice collaborator, yakni pelaku tindak pidana yang bukan merupakan pelaku utama dan bersedia bekerja sama
dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap kejahatan yang lebih besar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran justice collaborator dalam pengungkapan perkara tindak pidana korupsi serta mengidentifikasi faktor yang meringankan penjatuhan sanksi pidana terhadapnya, dengan menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach), berspesifikasi
deskriptif analisis, serta bersumber dari data sekunder yang dianalisis secara kualitatif, khususnya melalui kajian terhadap Putusan Nomor 2496K/Pid.Sus/2020 atas nama Terdakwa Bety dalam kasus korupsi Dana Pensiun PT Pertamina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa justice collaborator memiliki peran strategis dalam pengungkapan tindak pidana korupsi karena keterangannya mampu membuka fakta-fakta internal yang tidak dapat dijangkau melalui metode konvensional, mengidentifikasi pelaku utama, serta menguraikan mekanisme dan hubungan antar pelaku guna mendukung terwujudnya kebenaran materiil dalam proses peradilan.
Adapun faktor yang dapat meringankan penjatuhan sanksi pidana terhadap justice collaborator mencakup kontribusi nyata dalam pengungkapan tindak pidana, signifikansi dan relevansi informasi yang diberikan, sikap kooperatif terdakwa selama proses penyidikan hingga persidangan, tingkat keterlibatan yang bukan sebagai pelaku utama, pengakuan kesalahan dan penyesalan, riwayat hukum
terdakwa, serta upaya pengembalian kerugian negara. Namun demikian, implementasi pemberian keringanan hukuman sebagai bentuk penghargaan tersebut dalam praktiknya masih menunjukkan inkonsistensi yang serius, sebagaimana tercermin dalam Putusan Nomor 2496K/Pid.Sus/2020 yang justru memperberat sanksi pidana terdakwa pada tingkat kasasi meskipun telah memenuhi seluruh syarat sebagai justice collaborator dan bahkan telah mengembalikan
kerugian negara, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum yang berpotensi melemahkan efektivitas mekanisme justice collaborator secara keseluruhan.
Kata Kunci: justice collabolator, faktor peringanan pidana, tindak pidana korupsi
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | justice collabolator, faktor peringanan pidana, tindak pidana korupsi |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 06:21 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 06:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56325 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
