Search for collections on Undip Repository

KONSERVASI SATWA LIAR ENDEMIK DI HABITAT LAHAN BASAH: STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI RAMSAR CONVENTION TERHADAP PERLINDUNGAN BEKANTAN DI INDONESIA DAN PATEKE DI SELANDIA BARU. _026 HI 2026

RAHMAN, AKHTAR MUFLIH and Samekto, F.X. Adji and Hananto, Pulung Widhi Hari (2026) KONSERVASI SATWA LIAR ENDEMIK DI HABITAT LAHAN BASAH: STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI RAMSAR CONVENTION TERHADAP PERLINDUNGAN BEKANTAN DI INDONESIA DAN PATEKE DI SELANDIA BARU. _026 HI 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Akhtar Muflih Rahman-cover.pdf] Text
Akhtar Muflih Rahman-cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Akhtar Muflih Rahman-abstrak.pdf] Text
Akhtar Muflih Rahman-abstrak.pdf

Download (160kB)
[thumbnail of Akhtar Muflih Rahman-bab 1.pdf] Text
Akhtar Muflih Rahman-bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (302kB)
[thumbnail of Akhtar Muflih Rahman-bab 2.pdf] Text
Akhtar Muflih Rahman-bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (226kB)
[thumbnail of Akhtar Muflih Rahman-bab 3.pdf] Text
Akhtar Muflih Rahman-bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (346kB)
[thumbnail of Akhtar Muflih Rahman-bab 4.pdf] Text
Akhtar Muflih Rahman-bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (147kB)
[thumbnail of Akhtar Muflih Rahman-dapus.pdf] Text
Akhtar Muflih Rahman-dapus.pdf

Download (160kB)

Abstract

Lahan basah merupakan ekosistem krusial yang menjadi habitat bagi satwa liar endemik, termasuk Bekantan (Nasalis larvatus) di Indonesia dan Pateke (Anas chlorotis) di Selandia Baru. Sebagai negara pihak dalam Konvensi Ramsar, kedua negara memiliki kewajiban internasional untuk melakukan perlindungan terhadap
ekosistem tersebut. Namun, tantangan degradasi habitat dan fragmentasi lahan tetap menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan satwa endemik ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan implementasi hukum Konvensi Ramsar dalam perlindungan Bekantan di Indonesia dan Pateke di
Selandia Baru, serta mengkaji adaptasi model tata kelola konservasi Selandia Baru untuk memperkuat kerangka hukum di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan data sekunder sebagai data utama yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan signifikan dalam efektivitas perlindungan, di mana Selandia Baru telah mengintegrasikan kearifan lokal (Kaitiakitanga) ke dalam instrumen hukum nasional secara lebih koheren dibandingkan Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi di Indonesia melalui pelembagaan tata kelola
konservasi trilateral dan integrasi prinsip keadilan ekologis guna menjamin kelestarian habitat lahan basah bagi generasi mendatang.
Kata Kunci: Konvensi Ramsar, Bekantan, Pateke, Konservasi Lahan Basah, Studi Komparatif.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Konvensi Ramsar, Bekantan, Pateke, Konservasi Lahan Basah, Studi Komparatif
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 09 Jul 2026 04:34
Last Modified: 09 Jul 2026 04:34
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56313

Actions (login required)

View Item View Item