Prasetyo, Ferly Sevanda (2026) Pengaruh Konsentrasi NaCl sebagai Elisitor Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Capsaicin Kalus Cabai Besar (Capsicum annuum L.). Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Ferly Sevanda Prasetyo.zip Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (42kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
7. ABSTRAK.pdf Download (8kB) |
|
|
Text
8. ABSTRACT.pdf Download (8kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (110kB) |
Abstract
Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman yang dikenal mengandung
senyawa bioaktif berupa capsaicin. Capsaicin diketahui memiliki berbagai efek
farmakologis, sehingga sering dimanfaatkan di bidang farmasi dan kesehatan. Salah
satu teknologi untuk meningkatkan produksi capsaicin adalah melalui kultur kalus
dengan modifikasi media dengan penambahan elisitor NaCl. Penelitian ini bertujuan
untuk mempelajari efek penambahan NaCl dengan konsentrasi yang berbeda terhadap
pertumbuhan dan perkembangan kalus cabai besar, serta menentukan konsentrasi
NaCl yang dapat menghasilkan capsaicin tertinggi. Kalus yang diinduksi dari eksplan
kotiledon dalam media MS dengan penambahan 2,4D 2 ppm dan Kinetin 2 ppm. Kalus
disub-kultur ke medium elisitasi, desain penelitian menggunakan RAL faktor tunggal
berupa konsentrasi NaCl (0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm dan 1500 ppm) disertai 3
ulangan. Kalus dipanen setelah 21 hari di dalam medium elisitasi untuk diamati
parameter morfologi (warna dan tekstur), parameter pertumbuhan (berat basah dan
kering), serta kandungan capsaisinnya dianalisis menggunakan metode
spektrofotometri dengan pelarut etil asetat. Hasil penelitian menunjukan, bahwa
senyawa NaCl dalam konsentrasi tinggi di dalam medium menyebabkan stress osmotik
yang mengganggu penyerapan nutrisi dan metabolisme kalus. Pemberian NaCl pada
medium menyebabkan penurunan berat basah dan berat kering pada kalus cabai, tetapi
mengakibatkan perkembangan kalus dengan terbentuknya kalus embrionik.
Pemberian NaCl menyebabkan stress osmotik yang berdampak pada peningkatan
kandungan capsaicin pada kalus. Konsentrasi NaCl 1000 ppm direkomendasikan
menghasilkan kandungan capsaicin tertinggi pada kalus cabai besar. Penelitian ini
merupakan studi awal dalam screening genotipe tanaman yang toleran terhadap lahan
dengan tingkat salinitas tinggi.
Kata kunci: Kultur kalus, elisitasi, NaCl, capsaicin, stres osmotik
(NO KETERSEDIAAN : 2247/B/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 07:39 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 07:39 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56259 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
