Setiawati, Herlina (2026) Pengaruh Umur Panen dan Lama Penyimpanan terhadap Morfologi, Kandungan Capsaicin, dan Vitamin C pada Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Herlina Setiawati.zip Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN (1).pdf Download (370kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (278kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (361kB) |
|
|
Text
10. I. PENDAHULUAN.pdf Download (305kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (359kB) |
Abstract
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura
bernilai ekonomi tinggi yang mengandung capsaicin sebagai indikator tingkat
kepedasan dan vitamin C sebagai antioksidan. Kandungan kedua senyawa tersebut
bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh umur panen serta kondisi penyimpanan
pascapanen. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh umur panen, lama
penyimpanan, dan interaksi keduanya terhadap kandungan capsaicin dan vitamin C
pada buah cabai rawit. Penelitian dilakukan menggunakan metode purposive
sampling di lahan pertanian Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, dan
Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan, Universitas Diponegoro.
Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola
faktorial 3×4 dengan faktor ke-1 yaitu umur panen (100, 110, dan 120 hari setelah
tanam) dan faktor ke-2 yaitu lama penyimpanan (0, 3, 6, dan 9 hari). Sampel
disimpan pada suhu 7°C dalam kemasan plastik polypropylene (PP) dengan tiga
ulangan. Parameter yang diamati meliputi morfologi buah (warna, tekstur, dan
kenampakan kulit), susut bobot, kandungan capsaicin, dan kandungan vitamin C.
Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa interaksi umur panen dan lama penyimpanan
berpengaruh nyata terhadap kandungan capsaicin dan vitamin C. Kandungan
capsaicin tertinggi diperoleh pada umur panen 120 HST dan penyimpanan 3 hari
sebesar 286,11 mg/100 g, sedangkan kandungan vitamin C tertinggi diperoleh pada
umur panen 120 HST dengan penyimpanan 0–3 hari sebesar 14,83–13,73 mg/100
g. Capsaicin meningkat hingga hari ke-3 penyimpanan kemudian menurun,
sedangkan vitamin C menurun seiring bertambahnya lama penyimpanan.
Kombinasi umur panen 120 HST dan penyimpanan 3 hari merupakan perlakuan
terbaik untuk mempertahankan kandungan capsaicin dan vitamin C cabai rawit.
Kata kunci: metabolit sekunder, penanganan pascapanen, senyawa bioaktif,
(NO KETERSEDIAAN : 2246/B/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 07:32 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 07:32 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56256 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
