Search for collections on Undip Repository

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS PENGGANDAAN ILUSTRASI DIGITAL TANPA IZIN DALAM KOMERSIALISASI SEBAGAI NON-FUNGIBLE TOKEN (NFT). _099 PDT 2026

AULIA, FATIMAISYA NABILA and Turisno, Bambang Eko and Priyono, Ery Agus (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS PENGGANDAAN ILUSTRASI DIGITAL TANPA IZIN DALAM KOMERSIALISASI SEBAGAI NON-FUNGIBLE TOKEN (NFT). _099 PDT 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of FATIMAISYA NABILA AULIA_COVER.pdf] Text
FATIMAISYA NABILA AULIA_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (694kB)
[thumbnail of FATIMAISYA NABILA AULIA_ABSTRAK.pdf] Text
FATIMAISYA NABILA AULIA_ABSTRAK.pdf

Download (194kB)
[thumbnail of FATIMAISYA NABILA AULIA_BAB I.pdf] Text
FATIMAISYA NABILA AULIA_BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (403kB)
[thumbnail of FATIMAISYA NABILA AULIA_BAB II.pdf] Text
FATIMAISYA NABILA AULIA_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (433kB)
[thumbnail of FATIMAISYA NABILA AULIA_BAB III.pdf] Text
FATIMAISYA NABILA AULIA_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (695kB)
[thumbnail of FATIMAISYA NABILA AULIA_BAB IV.pdf] Text
FATIMAISYA NABILA AULIA_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (284kB)
[thumbnail of FATIMAISYA NABILA AULIA_DAFPUS.pdf] Text
FATIMAISYA NABILA AULIA_DAFPUS.pdf

Download (289kB)

Abstract

Perkembangan teknologi blockchain telah melahirkan fenomena Non-Fungible Token (NFT) sebagai instrumen baru dalam komersialisasi karya seni digital. Namun, kemudahan teknologi ini turut memunculkan praktik penggandaan ilustrasi digital milik seniman tanpa izin untuk kemudian dipasarkan sebagai NFT di berbagai platform marketplace. Praktik tersebut tidak hanya melanggar hak ekonomi dan hak moral pencipta yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, tetapi juga memenuhi anasir-anasir perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan anasir-anasir perbuatan melawan hukum dalam penggandaan ilustrasi digital tanpa izin yang dikomersialisasikan sebagai NFT, serta mengkaji bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi seniman berdasarkan hukum perdata.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data penelitian menggunakan data sekunder yang berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dari berbagai peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, putusan pengadilan, serta penelusuran internet. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan dan pendekatan studi kasus terhadap kasus Yuga Labs, MetaBirkin (Hermes v. Rothschild), Imelda Victoria Hutabarat, serta Ardneks dan Twisted Vacancy, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggandaan ilustrasi digital tanpa izin yang dikomersialisasikan sebagai NFT memenuhi seluruh anasir Pasal 1365 KUHPerdata, yaitu adanya perbuatan melawan hukum, kesalahan, kerugian materiil maupun immateriil, serta hubungan kausalitas yang nyata antara perbuatan dan kerugian yang dialami seniman. Perlindungan hukum bagi seniman dapat ditempuh melalui jalur non-litigasi yang lebih cepat seperti negosiasi, mediasi, dan Online Dispute Resolution (ODR), maupun melalui jalur litigasi berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta dan Pasal 1365 KUHPerdata yang memberikan kepastian hukum lebih kuat.
Kata Kunci: Non-Fungible Token, Perbuatan Melawan Hukum, Hukum Perdata

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Non-Fungible Token, Perbuatan Melawan Hukum, Hukum Perdata
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Mr Perpus FH1
Date Deposited: 09 Jul 2026 01:18
Last Modified: 09 Jul 2026 01:18
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56197

Actions (login required)

View Item View Item