WIDOYOKO, FAIZA AURELIAN and Njatrijani, Rinitami and Irawati, Irawati (2026) ANALISIS PENOLAKAN KLAIM ASURANSI MANULIFE BERDALIH PELANGGARAN TERHADAP ASAS UTMOST GOOD FAITH (Studi Kasus: Putusan No. 38/Pdt.G/2023/PN Tgl). _134 DG 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Faiza Aurelian-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (829kB) |
|
|
Text
Faiza Aurelian-abstrak.pdf Download (198kB) |
|
|
Text
Faiza Aurelian-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (226kB) |
|
|
Text
Faiza Aurelian-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (306kB) |
|
|
Text
Faiza Aurelian-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (300kB) |
|
|
Text
Faiza Aurelian-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (192kB) |
|
|
Text
Faiza Aurelian-dapus.pdf Download (165kB) |
Abstract
Perjanjian asuransi merupakan perjanjian yang mengikat penanggung untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena suatu peristiwa yang tidak pasti. Namun dalam praktiknya, klaim yang diajukan tertanggung sering ditolak oleh penanggung dengan dalih pelanggaran asas utmost good faith berdasarkan Pasal 251 KUHD. Penelitian ini menganalisis penolakan klaim asuransi oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dalam Putusan Pengadilan Negeri Tegal Nomor 38/Pdt.G/2023/PN Tgl. Permasalahan yang dikaji adalah penerapan asas utmost good faith dalam menentukan kualifikasi pelanggaran serta akibat hukumnya, dan apakah dalih pelanggaran asas tersebut dapat dijadikan dasar penolakan klaim
ditinjau dari prinsip kehati-hatian penanggung.
Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kasus. Objek kajian adalah putusan dari tiga tingkat peradilan dengan analisis terhadap ratio decidendi hakim. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi dokumen dan kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum asuransi Indonesia belum memiliki klasifikasi jelas antara fraudulent dan non-fraudulent misrepresentation, sehingga menimbulkan inkonsistensi putusan. Putusan PN Tegal yang dikuatkan hingga kasasi menunjukkan arah progresif dengan menekankan kewajiban underwriting penanggung. Penelitian menyimpulkan bahwa penolakan klaim tidak dapat dibenarkan apabila penanggung lalai dalam proses underwriting dan tidak dapat membuktikan adanya fraud dari tertanggung. Diperlukan pembaruan regulasi yang
mengadopsi klasifikasi pelanggaran dengan akibat hukum proporsional.
Kata kunci : penolakan klaim, asuransi jiwa, utmost good faith, fraudulent misrepresentation, underwriting.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | penolakan klaim, asuransi jiwa, utmost good faith, fraudulent misrepresentation, underwriting |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 07:54 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 07:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
