Ghaniyah, Karina Fyko and Dwimawanti, Ida Hayu (2026) Evaluasi Kebijakan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Karina Fyko Ghaniyah_14020122140176_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Karina Fyko Ghaniyah_14020122140176_BAB I.pdf - Submitted Version Download (838kB) |
|
|
Text
Karina Fyko Ghaniyah_14020122140176_BAB II.pdf - Submitted Version Download (624kB) |
|
|
Text
Karina Fyko Ghaniyah_14020122140176_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
Karina Fyko Ghaniyah_14020122140176_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (177kB) |
|
|
Text
Karina Fyko Ghaniyah_14020122140176_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (185kB) |
|
|
Text
Karina Fyko Ghaniyah_14020122140176_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (646kB) |
Abstract
Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan
ekosistem perkotaan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung
pembangunan kota yang berkelanjutan. Meningkatnya pembangunan dan alih fungsi
lahan di Kota Semarang menjadi tantangan dalam pemenuhan proporsi RTH
sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2010
tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau, yaitu sebesar 30% dari luas wilayah kota.
Namun, dalam pencapaian tujuan tersebut masih ditemukan berbagai permasalahan,
seperti keterbatasan lahan, lemahnya pengawasan terhadap alih fungsi lahan, serta
belum optimalnya pencapaian kebijakan penataan RTH di Kota Semarang. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan penataan Ruang Terbuka Hijau
berdasarkan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2010 serta menganalisis
faktor-faktor penghambat dalam pencapaian tujuan kebijakan tersebut. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori
evaluasi kebijakan William N. Dunn dengan enam indikator evaluasi kebijakan, yaitu
efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Selain itu,
faktor penghambat kebijakan dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan
George C. Edwards III yang meliputi aspek komunikasi, sumber daya, disposisi
pelaksana, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan
penataan Ruang Terbuka Hijau di Kota Semarang telah dilaksanakan melalui berbagai
upaya penyediaan taman kota, jalur hijau, dan kawasan konservasi, namun pencapaian
tujuan kebijakan masih belum sepenuhnya optimal. Faktor penghambat dalam
pelaksanaan kebijakan meliputi belum optimalnya komunikasi antar pelaksana
kebijakan, keterbatasan sumber daya terutama ketersediaan lahan, belum maksimalnya
disposisi pelaksana, serta kendala pada struktur birokrasi dalam pengelolaan kebijakan
RTH. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, peningkatan sumber daya,
serta perbaikan mekanisme birokrasi agar kebijakan penataan Ruang Terbuka Hijau di
Kota Semarang dapat berjalan secara optimal.
Kata Kunci: Evaluasi Kebijakan, Penataan Ruang Terbuka Hijau, Kebijakan
Perkotaan, Peraturan Daerah, Kota Semarang.
No. 196 Administrasi Publik 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 07:23 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 07:23 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56099 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
