Walukaw, Nathan Natalino and Pradana, Azaria Eda (2026) IMPLEMENTASI PROGRAM PEMERINTAH MAKAN BERGIZI GRATIS KABINET PRABOWO GIBRAN DALAM UPAYA PENANGANAN ANGKA STUNTING DI INDONESIA: STUDI KASUS POSYANDU DI WILAYAH KOTA JAKARTA SELATAN. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Nathan Natalino Walukaw _14020122140186_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (626kB) |
|
|
Text
Nathan Natalino Walukaw_14020122140186_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (844kB) |
|
|
Text
Nathan Natalino Walukaw _14020122140186_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (492kB) |
|
|
Text
Nathan Natalino Walukaw _14020122140186_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (631kB) |
|
|
Text
Nathan Natalino Walukaw _14020122140186_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (65kB) |
|
|
Text
Nathan Natalino Walukaw _14020122140186_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (195kB) |
|
|
Text
Nathan Natalino Walukaw _14020122140186_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilandasi oleh transparansi dan akuntabilitas dari manfaat bagi
masyarakat mengenai hadirnya program prioritas yang dimiliki oleh Prabowo Gibran
selaku Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2024-2029. Program yang baru
lahir ini, kemudian secara cepat proses implementasinya sudah dilakukan di tengah
tengah masyarakat Indonesia. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, bagaimana
bisa program yang baru lahir ini, tanpa persiapan apapun di tahun sebelumnya memiliki
target untuk menghadirkan SPPG atau yang bisa dikenal sebagai Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi di sekitar 30.000 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan
satu sisi, untuk menjamin bahwa Makan Bergizi Gratis ini berdampak pada
masyarakat, perlu banyak faktor yang perlu dilakukan, contohnya adalah Sumber Daya
Masyarakat Ahli Gizi, lahan untuk pembangunan SPPG, hingga kondisi harga pangan
yang berbeda beda di masing masing wilayah. Di Kota Jakarta Selatan sebagai lokus
penelitian, per April 2026 lalu, masih ada Posyandu yang belum merasakan dampak
dari Makan Bergizi Gratis ini. Di sisi lain, sudah ada kurang lebih satu tahun
keberjalanan dari Program ini, tetapi untuk wilayah yang berada di pusat masih belum
rata untuk menerima dampak dari program Makan Bergizi Gratis. Kota Jakarta Selatan
dipilih dikarenakan merupakan wilayah yang dekat dengan pusat Badan Gizi Nasional,
selain itu juga beberapa Posyandu di Jakarta Selatan juga sering memenangkan
penghargaan nasional ataupun regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
implementasi dari program Makan Bergizi Gratis serta mengidentifikasi faktor
pendukung dan penghambat keberjalanannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen resmi. Hasil penelitian
menunjukan bahwa Badan Gizi Nasional sudah melakukan tupoksi sesuai dengan
Peraturan Presiden No.83 tahun 2024, serta Posyandu juga sudah melakukan tupoksi
nya sesuai dengan Teori Implementasi Kebijakan dari Van Horn dan Van Meter, tetapi
sangat disayangkan Ibu Hamil masih belum secara merata menerima dampak dari
program Makan bergizi Gratis. Jika dicermati secara menyeluruh, Program ini
viii
memiliki potensi yang sangat besar untuk berdampak bagi Indonesia, tetapi untuk
proses implementasinya masih sangat terhambat. Tentu saja target yang besar,
memiliki hal besar yang harus dikorbankan.
Kata Kunci: Program Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional, Posyandu
193 Administrasi Publik 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 07:40 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 07:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55988 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
