Ahsan, Azyan and Susiatiningsih, Hermini (2026) DIPLOMASI BUDAYA MELALUI MEDIA DIGITAL OLEH HOLOLIVE INDONESIA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
AZYAN AHSAN_14050122130071_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (524kB) |
|
|
Text
AZYAN AHSAN_14050122130071_BAB I.pdf - Submitted Version Download (979kB) |
|
|
Text
AZYAN AHSAN_14050122130071_BAB II.pdf - Submitted Version Download (6MB) |
|
|
Text
AZYAN AHSAN_14050122130071_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
AZYAN AHSAN_14050122130071_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (159kB) |
|
|
Text
AZYAN AHSAN_14050122130071_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (181kB) |
|
|
Text
AZYAN AHSAN_14050122130071_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik diplomasi budaya dari yang
semula didominasi oleh aktor negara menjadi semakin terbuka bagi keterlibatan aktor
non-negara. Salah satu fenomena yang muncul adalah Virtual YouTuber (VTuber),
yang memanfaatkan media digital untuk membangun komunikasi lintas negara
melalui interaksi yang bersifat partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis bagaimana Hololive Indonesia merepresentasikan budaya Indonesia
kepada audiens internasional melalui media digital berdasarkan perspektif Diplomasi
Publik, Diplomasi Digital, dan People to People Diplomacy. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian eksploratif. Data dikumpulkan melalui
studi literatur, observasi terhadap konten Hololive Indonesia di YouTube dan X,
wawancara dengan lima orang penonton Hololive Indonesia, dokumentasi, serta
scraping komentar YouTube menggunakan Apify. Data dianalisis menggunakan
metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hololive Indonesia
menjalankan fungsi diplomasi budaya sebagai aktor non-negara melalui representasi
budaya Indonesia dalam berbagai bentuk konten digital. Representasi tersebut
diwujudkan melalui penggunaan bahasa Indonesia, pengenalan lagu daerah, budaya
lokal, makanan khas, pakaian adat, serta identitas Indonesia yang disampaikan secara
alami dalam aktivitas hiburan digital. Dari perspektif diplomasi digital, Hololive
Indonesia memanfaatkan platform YouTube dan media sosial secara efektif melalui
kemampuan membangun Agenda Setting, Presence Expansion serta Conversation
Gathering. Sementara itu, praktik People to People Diplomacy tercermin melalui
interaksi langsung antara talent dan audiens internasional yang membangun
kedekatan emosional, mendorong partisipasi penonton dalam pertukaran budaya,
serta menumbuhkan ketertarikan terhadap bahasa dan budaya Indonesia. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa Hololive Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai agensi
hiburan digital, tetapi juga berperan sebagai instrumen diplomasi budaya yang efektif
di era digital. Melalui kombinasi representasi budaya, pemanfaatan media digital, dan
interaksi yang bersifat partisipatif, Hololive Indonesia mampu memperluas eksposur
budaya Indonesia sekaligus membangun hubungan antarmasyarakat lintas negara
yang mendukung praktik diplomasi budaya kontemporer.
Kata Kunci: Diplomasi Budaya, Diplomasi Publik, Diplomasi Digital, People to
People Diplomacy, Virtual YouTuber, Hololive Indonesia.
No. 130 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 04:14 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 04:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55922 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
