Agassi, Ulya (2026) Studi Perbandingan Teknik Identifikasi Holothuriidae dengan Pendekatan Morfologi, Anatomi, dan Molekuler. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (87kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (839kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (131kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (174kB) |
Abstract
Identifikasi teripang sering mengalami kesulitan karena kesamaan karakter
antar spesies dan perubahan morfologi akibat pengaruh lingkungan. Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi teripang dengan karakteristik morfologi, anatomi, dan
molekuler serta membandingkan ketiga metode identifikasi tersebut. Identifikasi
morfologi dilakukan dengan mengamati karakter eksternal tubuh, identifikasi
anatomi dilakukan dengan menganalisis bentuk dan ukuran ossicle, dan identifikasi
molekuler dilakukan dengan menggunakan gen cytochrome c oxida se subunit I
(COI) melalui analisis PCR, sekuensing, BLAST, jarak genetik, filogenetik,
conserved region, dan haplotype. Penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan
karakter morfologi, sampel UA07 diperkirakan masuk dalam ordo Aspidochirotida
dan genus Holothuria. Analisis anatomi memperlihatkan komposisi dan ukuran
ossicle (dorsal: buttons 69,09µm, rod 49,19µm, table 75,80µm; ventral: buttons
64,33µm, rods 35,09µm). Hasil analisis anatomi mendukung klasifikasi genus
Holothuria dengan tingkat akurasi lebih tinggi, serta dominasi ossicle tipe button
dan gonad teripang menunjukkan bahwa sampel merupakan teripang jantan
dewasa. Analisis molekuler menunjukkan metode isolasi dengan perlakuan bleach
10% dan RNAse (P2) menghasilkan kualitas DNA terbaik dengan nilai kemurnian
2,30 ± 0,560 serta konsentrasi tertinggi (Nanodrop 4,76ng/µL; Quantus 3,53ng/µL)
dan hasil visualisasi menunjukkan primer COIceF/ceR memberikan amplifikasi
paling optimal. Hasil BLAST menunjukkan bahwa perlakuan dengan otot yang
menggunakan sterilisator infrared (P3) memberikan hasil paling konsisten. Analisis
sekuens menunjukkan bahwa sampel UA07 memiliki hubungan kekerabatan
dengan H. fuscocinerea. Penggabungan ketiga metode perlakuan akan
menghasilkan identifikasi yang lebih akurat.
Kata kunci: DNA barcoding, ossicle, penanda mitokondria
(NO KETERSEDIAAN : 2237/B/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 07:51 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 07:51 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55918 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
