M. Junaidi, M. Junaidi and Rahman, Amni Zarkasyi (2026) ANALISIS PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN SEMARANG (STUDI KASUS OBJEK WISATA CANDI GEDONG SONGO). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
M. Junaidi_14020122130099_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (796kB) |
|
|
Text
M. Junaidi_14020122130099_BAB I.pdf - Submitted Version Download (446kB) |
|
|
Text
M. Junaidi_14020122130099_BAB II.pdf - Submitted Version Download (157kB) |
|
|
Text
M. Junaidi_14020122130099_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
M. Junaidi_14020122130099_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (16kB) |
|
|
Text
M. Junaidi_14020122130099_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (147kB) |
|
|
Text
M. Junaidi_14020122130099_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Pengembangan pariwisata di Candi Gedong Songo memerlukan keterlibatan
berbagai pemangku kepentingan karena kawasan ini memiliki nilai sejarah, budaya,
lingkungan, dan ekonomi yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dan menganalisis hubungan serta peran pemangku kepentingan
dalam pengembangan Candi Gedong Songo sebagai destinasi pariwisata di
Kabupaten Semarang, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat
kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi
partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka dengan melibatkan tujuh informan
kunci yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data dianalisis melalui
tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan konsep peran
pemangku kepentingan, yaitu pembuat kebijakan, koordinator, fasilitator,
implementor, dan akselerator, serta faktor kolaborasi yang meliputi nilai,
komunikasi, kepercayaan, dan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Dinas Pariwisata, Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan,
Perhutani, lembaga perbankan, pelaku usaha, kelompok masyarakat lokal, dan
media promosi digital memiliki peran yang berbeda dalam pengembangan
destinasi. Hubungan antar pemangku kepentingan terbentuk melalui pembagian
peran tersebut. Kolaborasi didukung oleh nilai pelestarian, komunikasi formal,
kepercayaan kelembagaan, dan kerangka kebijakan yang jelas. Namun, kolaborasi
masih terhambat oleh komunikasi yang belum intensif, belum diperpanjangnya nota
kesepahaman (MoU), serta kompleksitas tata kelola kawasan yang bersifat
multiotoritas.
Kata kunci: Stakeholder, kolaborasi, pengembangan pariwisata, Candi Gedong
Songo
187 Adminstrasi Bisnis 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 02:13 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55886 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
