Sholawa, Mahendra Farih (2026) PRA RANCANGAN PABRIK ASETON DARI ISOPROPIL ALKOHOL MENGGUNAKAN METODE DEHIDROGENASI KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
FULL BAB_Mahendra Farih.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER_Mahendra Farih.pdf - Published Version Download (661kB) |
|
|
Text
BAB I_Mahendra Farih.pdf - Published Version Download (489kB) |
|
|
Text
BAB II_Mahendra Farih.pdf - Published Version Download (826kB) |
|
|
Text
BAB III_Mahendra Farih.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (428kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV_Mahendra Farih.pdf - Published Version Download (596kB) |
|
|
Text
BAB V_Mahendra Farih.pdf - Published Version Download (681kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_Mahendra Farih.pdf - Published Version Download (230kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN_Mahendra Farih.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Pabrik Aseton dari Isopropil Alkohol akan dibangun di Kawasan Industri Estate Cilegon, Banten dan beroperasi selama 330 hari dalam setahun, dengan proses produksi selama 24 jam dalam 1 hari. Pabrik Aseton dirancang dengan kapasitas 25.000 ton/tahun, menggunakan bahan baku Isopropil Alkohol yang diperoleh dari berbagai negara seperti Singapura, China, dan Korea. Perusahaan akan didirikan dengan badan hukum Perseroan Terbatas (PT), dengan jumlah karyawan 136 orang. Luas tanah yang diperlukan adalah 9007 m2. Proses pembuatan Aseton berlangsung melalui reaksi dehidrogenasi dalam Reaktor Fixed Bed Multitube dengan katalis ZnO dalam fase gas, yang beroperasi secara endotermis dengan suhu umpan masuk 327C dan didapat konversi reaksi sebesar 90%. Campuran hasil reaksi keluar reaktor kemudian didinginkan sampai mencapai titik embun sebelum masuk ke condensor (CD-01). Kemudian fase gas dan cair dipisahkan pada separator flash drum (S-01). Hasil bawah S-02 diumpankan ke Menara Distilasi 1 (D-01) untuk memurnikan aseton hingga 99,5% sebagai produk. Hasil atas D-01 kemudian disimpan pada tangki penyimpan produk. Sedangkan hasil bawah D-01 diumpankan ke Menara Distilasi 2 (D-02) untuk memurnikan isopropil alkohol dan aseton yang masih terbawa dan akan di recycle kembali ke mixer untuk di proses. Hasil evaluasi ekonomi didapatkan Profit On Sales sebelum pajak = 41,71% dan sesudah pajak = 29,20%. Return On Investment pabrik sebelum pajak adalah 45,97% dan sesudah pajak adalah 32,18%. Dimana batasan ROI pabrik sebelum pajak ialah minimal 44%. Pay Out Time sebelum pajak pabrik adalah 2,0 tahun sesudah pajak adalah 2,7 tahun. Dimana batasan POT pabrik sebelum pajak ialah maksimal 2 tahun. IRR = 32,46%. Break Even Point pabrik adalah 17,94%. Syarat BEP maksimal untuk mendapat kredit dari bank yaitu 60%. Shut Down Point = 7,25%. Maka dari hasil evaluasi ekonomi yang dijabarkan diatas. Pabrik Aseton berkapasitas 25.000 ton/tahun layak untuk didirikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aseton, Dehidrogenasi, Isopropil alkohol, Reaktor fixed bed multitube. |
| Subjects: | Engineering > Chemical Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Chemical Engineering |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 02:52 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 06:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55874 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
