Sjamsurizal, Andyka Fryda Salsabila and Hanura, Marten (2026) Peran International Criminal Court dalam Penanganan Kekerasan Seksual Berbasis Gender terhadap Perempuan di Sudan tahun 2023-2025. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Cover Skripsi Andyka Fryda Salsabila Sjamsurizal HI 21.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (566kB) |
|
|
Text
BAB I Skripsi Andyka Fryda Salsabila Sjamsurizal HI 21.pdf - Submitted Version Download (481kB) |
|
|
Text
BAB II Skripsi Andyka Fryda Salsabila Sjamsurizal HI 21.pdf - Submitted Version Download (245kB) |
|
|
Text
BAB III Skripsi Andyka Fryda Salsabila Sjamsurizal HI 21.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (465kB) |
|
|
Text
BAB IV Skripsi Andyka Fryda Salsabila Sjamsurizal HI 21.pdf - Submitted Version Download (129kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA Skripsi Andyka Fryda Salsabila Sjamsurizal HI 21.pdf - Submitted Version Download (181kB) |
Abstract
Kekerasan seksual berbasis gender terhadap perempuan merupakan
salah satu bentuk kejahatan internasional yang sering terjadi dalam konflik
bersenjata dan menjadi pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Konflik
di Sudan sejak April 2023 menyebabkan meningkatnya kekerasan seksual
secara sistematis terhadap perempuan di tengah tingginya impunitas. Dalam
situasi tersebut, International Criminal Court (ICC) memiliki mandat untuk
menegakkan akuntabilitas melalui mekanisme hukum internasional. Penelitian
ini bertujuan menganalisis peran ICC dalam penanganan kekerasan seksual
berbasis gender terhadap perempuan di Sudan selama periode 2023–2025.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan desk research
melalui analisis dokumen resmi ICC, laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB), laporan organisasi internasional, serta literatur akademik yang relevan.
Penelitian ini menggunakan Teori Liberalisme Institusional Robert O. Keohane
(1984) dengan enam konsep analisis, yaitu institusi internasional,
complementarity, kerja sama internasional, norma internasional, norma antiimpunity, dan deterrence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICC berperan
melalui penerapan prinsip complementarity, investigasi, pengumpulan bukti,
koordinasi dengan organisasi internasional, serta penguatan norma
internasional dan anti-impunity. Peran tersebut belum menghentikan kekerasan
seksual secara langsung, tetapi meningkatkan tekanan hukum dan politik
terhadap pelaku, memperkuat akuntabilitas internasional, serta berpotensi
menciptakan efek deterrence tidak langsung.
Kata Kunci: International Criminal Court, Kekerasan Seksual Berbasis
Gender, Sudan, Liberalisme Institusional, Complementarity, Deterrence.
121 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 08:40 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 01:43 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55798 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
