Batubara, Rosemary Annabelle Elizabeth and Pratomo, Muhammad Faiq Adi (2026) AMERICAN EXCEPTIONALISM DALAM PRAKTIK DISKURSIF AMERIKA SERIKAT: KONSTRUKSI NARASI KEMBALINYA AMERIKA SERIKAT KE DALAM TATA KELOLA IKLIM GLOBAL PADA MASA PEMERINTAHAN BIDEN. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Rosemary Annabelle Elizabeth Batubara_14050122120003_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (630kB) |
|
|
Text
Rosemary Annabelle Elizabeth Batubara_14050122120003_BAB I.pdf - Submitted Version Download (396kB) |
|
|
Text
Rosemary Annabelle Elizabeth Batubara_14050122120003_BAB II.pdf - Submitted Version Download (328kB) |
|
|
Text
Rosemary Annabelle Elizabeth Batubara_14050122120003_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (451kB) |
|
|
Text
Rosemary Annabelle Elizabeth Batubara_14050122120003_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (191kB) |
|
|
Text
Rosemary Annabelle Elizabeth Batubara_14050122120003_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (228kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis bagaimana American Exceptionalism
termanifestasi melalui diskursus Amerika Serikat dalam mengonstruksi narasi
kembalinya Amerika Serikat ke dalam tata kelola iklim global di bawah
pemerintahan Biden. Penelitian ini menggunakan konstruktivisme berbasis
identitas, yang berasumsi bahwa identitas negara memengaruhi kepentingan suatu
negara yang kemudian diartikulasikan melalui praktik diskursif perwakilan
negaranya. Melalui metode analisis diskursus yang berfokus pada lima strategi
diskursif, yakni presupposisi, predikasi, subject positioning, metafora, dan
intertekstualitas dalam praktik diskursif presiden Biden, penelitian menunjukkan
bahwa kelima mekanisme diskursif tersebut bekerja secara untuk membingkai
kembalinya Amerika Serikat dalam tata kelola iklim global. Mekanisme
presupposisi, predikasi, dan subject positioning secara komplementer membangun
posisi diametral Amerika Serikat dengan aktor lain yang diposisikan gagal,
sekaligus menempatkan komunitas global pada posisi subordinat dan
membutuhkan bantuan Amerika Serikat dalam menghadapi isu perubahan iklim.
Interaksi diskursif ini menjadi artikulasi dari dimensi distinction dan mission , yang
mencerminkan keunggulan moral dan normatif Amerika Serikat yang kemudian
mendorong kewajiban moralnya untuk memimpin. Di sisi lain, mekanisme
metafora dan intertekstualitas beroperasi secara komplementer untuk memperkuat
legitimasi kembalinya Amerika Serikat ke dalam tata kelola iklim global sebagai
pemimpin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa American Exceptionalism tidak
termanifestasi sebagai klaim superioritas tunggal, melainkan sebagai identitas yang
membentuk kepentingan Amerika Serikat untuk memegang kembali posisi
kepemimpinan global, yang kemudian diartikulasikan secara konsisten dan
berulang dalam praktik diskursif Biden pada forum dan waktu yang berbeda.
Kata kunci: American Exceptionalism, konstruktivisme, analisis diskursus, tata
kelola iklim global, Biden, Kepemimpinan Iklim.
No. 124 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 08:29 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 08:29 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55784 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
