Meyrizca, Astried Shalma and Subhan, Muhammad (2026) EKSPLOITASI ZAKAT DAN DINAMIKA EKONOMI TAMBANG EMAS DALAM PENDANAAN KELOMРОК JIHADIS: STUDI KASUS JNIM DAN ISGS DI SAHEL TAHUN 2016-2024. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Astried Shalma Meyrizca_14050122140139_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Astried Shalma Meyrizca_14050122140139_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (7MB) |
|
|
Text
Astried Shalma Meyrizca_14050122140139_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (7MB) |
|
|
Text
Astried Shalma Meyrizca_14050122140139_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
|
|
Text
Astried Shalma Meyrizca_14050122140139_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (646kB) |
|
|
Text
Astried Shalma Meyrizca_14050122140139_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Dalam kelompok salafi-jihadis terbesar di dunia, seperti Al-Qaeda dan ISIS,
mereka tidak hanya beroperasi dalam satu tim saja, melainkan kedua kelompok ini
memiliki cabang yang tersebar di berbagai kawasan. Salah satunya di wilayah Sahel
yang diduduki oleh cabang dari kedua kelompok tersebut, yaitu JNIM dan ISGS.
Pada penelitian ini, penulis berupaya untuk mengkaji penggunaan retorika "zakat"
sebagai alat yang dimanfaatkan oleh kelompok JNIM dan ISGS di lingkungan
pertambangan emas artisanal skala kecil (ASGM) wilayah Sahel. Kedua kelompok
tersebut melakukan tindakan pungutan yang dibalut dengan hukum Islam. Hukum
Islam sendiri hanya menetapkan zakat sebesar 2,5%,tetapi kelompok ini dilaporkan
menetapkan dengan besaran 10% dari pendapatan warga lokal Sahel. Penelitian ini
berusaha menguraikan bagaimana zakat yang seharusnya merupakan ibadah dalam
syariat Islam, tetapi disalahgunakan oleh JNIM dan ISGS sebagai instrumen
legitimasi kekuasaan dan ekonomi. Dengan menggunakan konsep, seperti
financing terrorism, VNSA financing strategy, dan output legitimacy yang berada
di bawah payung teori political economy ofconflict, penulis berusaha menganalisis
fenomena berikut. Adanya pungutan yang dilakukan oleh JNIM dan ISGS tidak
serta-merta membawa keburukan, tetapi tindakan ini juga memberikan keuntungan
bagi warga lokal. Hal ini karena kedua kelompok tersebut berhasil mempengaruhi
masyarakat Sahel dengan memberikan berbagai manfaat. Meskipun begitu, jika
tidak terdapat tindak lanjut dari pemerintah Sahel, wilayah berikut akan semakin
rentan dari segi keamanan, ekonomi, hingga politiknya.
Kata Kunci: ASGM, zakat, salafi-jihadis, pendanaan, legitimasi
120 Hubungan Internasional 2022
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 07:48 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 08:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55755 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
