Asnan, Erwin Bramantya and Nawangsih, Christina Hari and Kuntjoro, Lydia Purna Widyastuti Setjadiningrat (2026) Temuan Ultrasonografi Serta Subtipe Molekuler Sebagai Prediktor Overall Survival 3 Tahun Pasien Kanker Payudara. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Erwin Bramantya Asnan-22040922320008-TESIS-ABSTRAK)
Erwin Bramantya Asnan-22040922320008-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (81kB) |
Abstract
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan keganasan tersering pada wanita dengan angka mortalitas yang masih tinggi. Selain subtipe molekuler, karakteristik morfologi lesi pada ultrasonografi diperkirakan dapat mencerminkan agresivitas biologis tumor sehingga berpotensi digunakan sebagai prediktor prognosis. Namun, bukti mengenai peran temuan ultrasonografi sebagai prediktor overall survival (OS), khususnya pada populasi Indonesia, masih terbatas.
Tujuan: Menganalisis peran temuan ultrasonografi dan subtipe molekuler sebagai prediktor overall survival 3 tahun pada pasien kanker payudara.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan kohort retrospektif dilakukan terhadap 55 pasien kanker payudara yang menjalani pemeriksaan ultrasonografi sebelum terapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Variabel bebas meliputi ukuran lesi, bentuk lesi, tepi lesi, pola gema, posterior features, keterlibatan kelenjar limfe dan subtipe molekuler. Analisis kesintasan dilakukan menggunakan metode Kaplan–Meier dan uji Log Rank, kemudian dilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan regresi Cox untuk menentukan prediktor independen terhadap overall survival 3 tahun.
Hasil: Rerata usia subjek penelitian adalah 52.07 ± 9.72 tahun dengan rerata lama kesintasan 37.03 ± 18.02 bulan. Sebagian besar pasien memiliki ukuran lesi ≤ 4.9 cm (80%), bentuk ireguler (78.2%), tepi non-circumscribed, pola gema hipoekoik, posterior shadowing dan memilik keterlibatan kelenjar limfe N1. Analisis Kaplan–Meier menunjukkan bahwa ukuran lesi (Log Rank p = 0.137), dan subtipe molekuler (Log Rank p = 0.207) memiliki kecenderungan berhubungan dengan overall survival 3 tahun, sedangkan bentuk lesi, tepi lesi, pola gema, posterior features, dan keterlibatan kelenjar limfe tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0.05). Analisis regresi Cox menunjukkan bahwa ukuran lesi (HR 2.903 ; CI95% 0.680-12.398; p = 0.150) dan subtipe molekuler (HR 0.722; CI95% 0.284-1.837; p = 0.495) bukan prediktor independen terhadap overall survival 3 tahun. Model multivariat secara keseluruhan juga tidak menunjukkan nilai statistik yang bermakna (p = 0.209).
Kesimpulan: Temuan ultrasonografi berupa ukuran lesi menunjukkan kecenderungan berhubungan dengan overall survival 3 tahun, namun tidak terbukti sebagai prediktor independen setelah analisis multivariat. Temuan ultrasonografi lainnya maupun subtipe molekuler juga belum menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap overall survival 3 tahun pada penelitian ini. Diperlukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar dan masa tindak lanjut yang lebih panjang untuk mengonfirmasi nilai prognostik karakteristik ultrasonografi pada kanker payudara.
Kata kunci: Kanker payudara, ultrasonografi, subtipe molekuler, overall survival, Kaplan–Meier, regresi Cox.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kanker payudara, ultrasonografi, subtipe molekuler, overall survival, Kaplan–Meier, regresi Cox |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 04:56 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 04:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55607 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
