SIMANJUNTAK, VANESSA GLORIA and Hanura, Marten (2026) MISI PERDAMAIAN DI PERSIMPANGAN: MENGUAK FAKTOR DI BALIK KEGAGALAN MINUSMA DALAM MENSTABILKAN KEAMANAN DI MALI. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Vanessa Gloria Simanjuntak_14050122130072_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (497kB) |
|
|
Text
Vanessa Gloria Simanjuntak_14050122130072_BAB I.pdf - Submitted Version Download (219kB) |
|
|
Text
Vanessa Gloria Simanjuntak_14050122130072_BAB II.pdf - Submitted Version Download (322kB) |
|
|
Text
Vanessa Gloria Simanjuntak_14050122130072_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (208kB) |
|
|
Text
Vanessa Gloria Simanjuntak_14050122130072_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (87kB) |
|
|
Text
Vanessa Gloria Simanjuntak_14050122130072_DAFPUS.pdf - Submitted Version Download (232kB) |
Abstract
Perkembangan arsitektur keamanan global pada era pasca-Perang Dingin menempatkan operasi
pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu instrumen multilateral
dalam merespons konflik bersenjata dan menjaga stabilitas keamanan internasional. Salah satu
implementasinya adalah pembentukan United Nations Multidimensional Integrated Stabilization
Mission in Mali (MINUSMA) pada tahun 2013 sebagai respons terhadap krisis politik dan keamanan
di Mali. Namun, setelah beroperasi selama satu dekade, MINUSMA dinilai gagal menjalankan
mandatnya dalam menstabilkan keamanan dan resmi mengakhiri misinya pada tahun 2023 atas
permintaan pemerintah Mali. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis
faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan MINUSMA dalam menstabilkan keamanan di Mali.
Penelitian ini menggunakan Teori Welsh School melalui konsep keamanan manusia dan emansipasi dari
Ken Booth. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe
eksplanatif melalui teknik pengumpulan data studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kegagalan MINUSMA dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Pertama, pelaksanaan mandat MINUSMA
masih didominasi oleh pendekatan keamanan yang berorientasi pada negara (state-centric) dan dibatasi
oleh prinsip consent of the host state, sehingga ruang gerak misi dalam melindungi masyarakat sipil
menjadi terbatas. Kedua, MINUSMA gagal memberikan perlindungan yang efektif kepada masyarakat
sipil, yang ditunjukkan oleh tingginya angka korban sipil, meningkatnya jumlah pengungsi internal,
serta meluasnya konflik bersenjata selama pelaksanaan misi. Ketiga, MINUSMA gagal mengatasi
berbagai akar penyebab konflik, seperti kemiskinan, marginalisasi politik, konflik antarkomunitas, dan
lambatnya implementasi Perjanjian Perdamaian Algiers 2015, sehingga kondisi ketidakamanan
masyarakat tetap berlanjut
Kata Kunci: MINUSMA, Welsh School, Studi Keamanan Kritis, Keamanan Manusia, Emansipasi
Operasi Perdamaian PBB, Mali
131 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 01:52 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55517 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
