Yuniar, Salsabila and Salsabila, Fakhriza (2026) PERENCANAAN TEKNIS PENYALURAN DAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH FASE II DI KAWASAN INDUSTRI TERPADU BATANG, JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO ; FAKULTAS TEKNIK.
|
Text
REPOSITORI TUGAS AKHIR SALSABILA DAN FAKHRIZA_PDF.pdf Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK
Perkembangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) merupakan kawasan industri strategis nasional yang mengalami perkembangan pesat seiring meningkatnya jumlah tenant pada setiap fase pengembangan. Peningkatan aktivitas industri tersebut berpotensi meningkatkan kuantitas dan beban pencemar air limbah, sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang memadai.
Pada kondisi eksisting, pengolahan air limbah masih terpusat pada satu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun, keterbatasan kapasitas serta kondisi elevasi kawasan menyebabkan tidak seluruh aliran air limbah dapat dilayani secara optimal oleh IPAL eksisting. Oleh karena itu, direncanakan pembangunan IPAL Fase II pada Cluster I untuk memenuhi kebutuhan pengolahan air limbah
secara lebih optimal sesuai dengan kondisi topografi dan pengembangan kawasan. Perencanaan dilakukan pada area seluas 555,78 ha yang melayani 40 tenant industri di KITB, Jawa Tengah. Berdasarkan karakteristik air limbah hasil kajian literatur, diperoleh konsentrasi awal antara lain BOD 220 mg/L, COD 480
mg/L, TSS 550 mg/L, minyak dan lemak 28 mg/L, amonia 54 mg/L, fosfat 2,8 mg/L, sulfida 1 mg/L, serta total coliform 100.000 MPN/100 mL. Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Kawasan Industri, kualitas air limbah tersebut belum memenuhi baku mutu yang
ditetapkan. Debit puncak air limbah sebesar 0,94 m³/detik dan debit harian sebesar 81.385,32 m³/hari. Sistem penyaluran direncanakan menggunakan jaringan perpipaan semi tertutup sebanyak 97 pipa dengan diameter 225–710 mm, dilengkapi 93 manhole dan 17 pompa tipe end suction close coupled single stage. Alternatif pengolahan yang dipilih adalah rangkaian unit: bak penampung
awal, bar screen, grease trap, bak ekualisasi, primary clarifier, unit Integrated Fixed Film Activated Sludge (IFAS), secondary clarifier, desinfeksi (chlorination), unit pengolahan lumpur (filter press), dan bak effluen. Berdasarkan hasil perencanaan, sistem IPAL mampu menurunkan konsentrasi pencemar secara signifikan, yaitu BOD menjadi 6,60 mg/L (95%), COD menjadi 17,28 mg/L (94%),
TSS menjadi 2,41 mg/L (75%), amonia menjadi 8,10 mg/L (85%), sulfida menjadi 0,35 mg/L (66%), fosfat menjadi 2,24 mg/L (20%), serta total coliform menjadi 1.000 MPN/100 mL (99%). Hasil effluent telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan dan direncanakan untuk dimanfaatkan kembali sebagai air nonpotable, yaitu untuk kebutuhan water sprinkle truck. berkelanjutan.
Kata Kunci: Kawasan Industri Terpadu Batang; Sistem penyaluran air limbah (SPAB); Air limbah industri; Integrated Fixed Film Activated Sludge (IFAS); Instalasi Pengolahan Air Limbah; Detail Engineering Design (DED); Rencana Anggaran Biaya (RAB); Pengelolaan air limbah berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering |
| Depositing User: | anik riyanti |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 04:31 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 04:31 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55351 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
