Search for collections on Undip Repository

Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Kejadian Vertigo Perifer pada Lansia (Preliminary Study)

Agustin, Bernika Sherliana and Marliyawati, Dwi (2026) Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Kejadian Vertigo Perifer pada Lansia (Preliminary Study). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of BERNIKA SHERLIANA AGUSTIN-22010118120019-KTI-ABSTRAK] Text (BERNIKA SHERLIANA AGUSTIN-22010118120019-KTI-ABSTRAK)
BERNIKA SHERLIANA AGUSTIN-22010118120019-KTI-ABSTRAK.pdf

Download (280kB)

Abstract

Latar Belakang: Vertigo perifer merupakan salah satu gangguan sistem vestibular yang sering ditemukan pada populasi lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko jatuh. Aktivitas fisik diketahui berperan dalam mempertahankan fungsi sistem vestibular, keseimbangan tubuh, dan kesehatan muskuloskeletal. Namun, hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian vertigo perifer pada lansia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kejadian vertigo perifer pada lansia
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada lansia yang mengeluhkan pusing berputar di Puskesmas Kedungmundu dan Puskesmas Bulusan, Semarang. Sebanyak 35 responden diperoleh selama periode penelitian menggunakan teknik consecutive sampling. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan diagnosis vertigo perifer ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik vestibular. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05.
Hasil: Sebanyak 35 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, terdiri atas 8 responden yang mengalami vertigo perifer dan 27 responden yang tidak mengalami vertigo perifer. Mayoritas responden berusia 60–70 tahun (92%), berjenis kelamin perempuan (63%), memiliki riwayat hipertensi (71%), tidak memiliki riwayat diabetes melitus (66%), serta memiliki tingkat aktivitas fisik sedang hingga berat. Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian vertigo perifer (p = 0,037; OR = 1,170). Lansia dengan aktivitas fisik ringan memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami vertigo perifer dibandingkan lansia dengan aktivitas fisik sedang hingga berat.
Kesimpulan: Tingkat aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian vertigo perifer pada lansia. Lansia dengan aktivitas fisik ringan memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami vertigo perifer dibandingkan lansia dengan aktivitas fisik sedang hingga berat.
Kata kunci: aktivitas fisik, vertigo perifer, lansia, IPAQ, keseimbangan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: aktivitas fisik, vertigo perifer, lansia, IPAQ, keseimbangan
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 30 Jun 2026 11:30
Last Modified: 30 Jun 2026 11:30
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55183

Actions (login required)

View Item View Item