Search for collections on Undip Repository

Analisis Ekonomi Politik Kebijakan Pembangunan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

NAMORA, JESSICA XENA BORU and Supratiwi, Supratiwi (2026) Analisis Ekonomi Politik Kebijakan Pembangunan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.

[thumbnail of JESSICA XENA 14010122120035 COVER.pdf] Text
JESSICA XENA 14010122120035 COVER.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (473kB)
[thumbnail of JESSICA XENA 14010122120035 BAB 1.pdf] Text
JESSICA XENA 14010122120035 BAB 1.pdf - Submitted Version

Download (401kB)
[thumbnail of JESSICA XENA 14010122120035 BAB 2.pdf] Text
JESSICA XENA 14010122120035 BAB 2.pdf - Submitted Version

Download (489kB)
[thumbnail of JESSICA XENA 14010122120035 BAB 3.pdf] Text
JESSICA XENA 14010122120035 BAB 3.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (421kB)
[thumbnail of JESSICA XENA 14010122120035 BAB 4.pdf] Text
JESSICA XENA 14010122120035 BAB 4.pdf - Submitted Version

Download (94kB)
[thumbnail of JESSICA XENA 14010122120035 DAFTAR PUSTAKA .pdf] Text
JESSICA XENA 14010122120035 DAFTAR PUSTAKA .pdf - Submitted Version

Download (141kB)
[thumbnail of JESSICA XENA 14010122120035 LAMPIRAN.pdf] Text
JESSICA XENA 14010122120035 LAMPIRAN.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (728kB)

Abstract

Pembangunan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak (TTLSD) merupakan Proyek
Strategis Nasional senilai Rp 15,3 triliun yang dirancang sebagai solusi ganda atas
persoalan banjir rob di pesisir utara Jawa sekaligus peningkatan konektivitas antara
Semarang dan Demak. Di balik narasi kepentingan nasional tersebut, masyarakat
pesisir Kecamatan Sayung, khususnya warga Desa Bedono dan Desa Sriwulan,
menghadapi dampak sosial-ekonomi yang serius. Penelitian ini bertujuan
menganalisis implementasi kebijakan TTLSD, mengkaji sejauh mana kebijakan
tersebut mencerminkan prioritas kepentingan ekonomi besar atas kepentingan
masyarakat lokal, serta mengidentifikasi dampak marjinalisasi sosial-ekonomi yang
ditimbulkan bagi komunitas pesisir terdampak.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data
primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh narasumber yang
dipilih secara purposif, meliputi pejabat DLHK Provinsi Jawa Tengah, DLH
Kabupaten Demak, Camat Sayung, Kepala Desa Bedono, perangkat Desa Sriwulan,
warga terdampak, serta aktivis WALHI Jawa Tengah. Data sekunder bersumber
dari dokumen regulasi, data BPS, dan kajian terdahulu. Analisis dilakukan
menggunakan kerangka teori ekonomi politik Rachbini (1996), konsep
accumulation by dispossession Harvey (2003), dan state capitalism Jessop (2016).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi TTLSD berlangsung dalam
struktur kewenangan yang sangat terpusat, di mana DLHK Provinsi dan DLH
Kabupaten kehilangan kapasitas intervensi yang bermakna pasca pergeseran
kewenangan AMDAL ke pemerintah pusat, sementara proses sosialisasi kepada
masyarakat berjalan satu arah tanpa ruang partisipasi yang substantif. Kebijakan ini
juga terbukti secara struktural memprioritaskan kepentingan kawasan industri dan
investor, yang tercermin dari nilai kerohiman Rp 400.000 per meter persegi yang
jauh di bawah harga pasar, skema KPBU dengan konsesi 50 tahun bagi investor
swasta, serta penetapan kawasan sebagai Sayung Industrial Park dalam RTRW
Jawa Tengah 2024. Dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan bersifat berlapis, di
mana budidaya kerang hijau Desa Bedono hancur total, siklus panen tambak
bandeng Desa Sriwulan memanjang disertai penurunan pendapatan sekitar 50
hingga 70 persen, jarak antar-dusun berlipat dari empat kilometer menjadi sepuluh
kilometer akibat putusnya jalan penghubung, serta pengetahuan lokal dan tradisi
sedekah laut terancam punah seiring terputusnya rantai pewarisan antargenerasi.
Atas dasar temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah
pusat merevisi mekanisme kompensasi lahan pesisir yang lebih berkeadilan,
memperkuat kewenangan pengawasan lingkungan pemerintah daerah dalam PSN,
serta mewajibkan program transisi mata pencaharian yang dimulai sebelum
konstruksi berlangsung sebagai bagian tidak terpisahkan dari perencanaan proyek
infrastruktur berdampak besar.
Kata Kunci: ekonomi politik, Tol Tanggul Laut Semarang-Demak, accumulation
by dispossession, marjinalisasi, masyarakat pesisir
165 Ilmu Pemerintahan 2026

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 30 Jun 2026 09:15
Last Modified: 02 Jul 2026 08:09
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55151

Actions (login required)

View Item View Item