ANGGRAINI, AJENG DWI and Abdulrahman, Wahid (2026) ANALISIS MEKANISME KOLABORASI PEMERINTAH DALAM PENYEDIAAN AIR MINUM (STUDI KASUS DESALINASI DI DESA BANJARSARI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
AJENG DWI ANGGRAINI 14010122140179 COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (961kB) |
|
|
Text
AJENG DWI ANGGRAINI 14010122140179 BAB_I_PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Download (151kB) |
|
|
Text
AJENG DWI ANGGRAINI 1401012214017913_BAB_II_GAMBARAN_UMUM_PENELITIAN.pdf - Submitted Version Download (172kB) |
|
|
Text
AJENG DWI ANGGRAINI 14010122140179 BAB_III_HASIL_PENELITIAN_DAN_PEMBAHASAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (225kB) |
|
|
Text
AJENG DWI ANGGRAINI 14010122140179 BAB_IV_PENUTUP.pdf - Submitted Version Download (60kB) |
|
|
Text
AJENG DWI ANGGRAINI 14010122140179 DAFTAR_PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (68kB) |
|
|
Text
AJENG DWI ANGGRAINI 14010122140179 LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (165kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas mekanisme kolaborasi pemerintah dalam
penyediaan air minum melalui teknologi desalinasi di Desa Banjarsari, Kecamatan
Sayung, Kabupaten Demak. Permasalahan utama penelitian ini adalah keterbatasan
akses air minum masyarakat pesisir akibat intrusi air laut, banjir rob, serta
terbatasnya kapasitas sumber air lokal. Sebelum adanya program desalinasi,
masyarakat mengandalkan pembelian air isi ulang untuk kebutuhan konsumsi,
sedangkan sumur bor hanya digunakan untuk kebutuhan non-konsumsi karena
kualitas dan debit air tidak stabil.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aktor yang terlibat, yaitu
Universitas Diponegoro, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BPD Jawa Tengah,
Pemerintah Desa Banjarsari, KPSPAMS, dan masyarakat. Informan warga dipilih
menggunakan purposive sampling berdasarkan keterwakilan wilayah RT. Analisis
menggunakan konsep collaborative governance Ansell dan Gash, meliputi dialog
tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman
bersama, dan hasil antara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program desalinasi
merupakan kolaborasi multipihak melalui kerja sama formal, koordinasi teknis,
pelatihan pengelola, serta komunikasi informal melalui WhatsApp Group. Program
ini berdampak pada tersedianya alternatif sumber air minum, terbentuknya
kelembagaan lokal, dan meningkatnya penggunaan air desalinasi. Namun,
keberlanjutan program masih menghadapi kendala biaya listrik, keterbatasan SDM,
jam layanan, distribusi, serta keraguan warga terhadap kualitas air. Oleh karena itu,
diperlukan penguatan koordinasi, pendampingan teknis, sosialisasi kualitas air,
dukungan pembiayaan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan lokal.
Kata kunci: collaborative governance, desalinasi, air minum, pemerintah daerah,
Desa Banjarsari.
160 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 09:11 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 07:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55148 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
