Ramadhanti, Kenia Tsabita and Lailiyah, Nuriyatul (2026) REPRODUKSI BUDAYA PATRIARKI DALAM KOMENTAR NETIZEN TERHADAP KASUS PEMBUNUHAN TIARA DI MEDIA SOSIAL TIKTOK. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
KENIA TSABITA RAMADHANTI_14040119130109_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (755kB) |
|
|
Text
KENIA TSABITA RAMADHANTI_14040119130109_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (739kB) |
|
|
Text
KENIA TSABITA RAMADHANTI_14040119130109_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (123kB) |
|
|
Text
KENIA TSABITA RAMADHANTI_14040119130109_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (807kB) |
|
|
Text
KENIA TSABITA RAMADHANTI_14040119130109_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (204kB) |
|
|
Text
KENIA TSABITA RAMADHANTI_14040119130109_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (259kB) |
|
|
Text
KENIA TSABITA RAMADHANTI_14040119130109_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (158kB) |
|
|
Text
KENIA TSABITA RAMADHANTI_14040119130109_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (742kB) |
Abstract
Kasus kekerasan terhadap perempuan masih menjadi permasalahan yang sering terjadi
di Indonesia. Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik adalah pembunuhan Tiara
Angelina Saraswati oleh pasangannya, Alvi Maulana, yang kemudian ramai
diperbincangkan di media sosial TikTok. Beragam komentar netizen yang muncul pada
unggahan terkait kasus tersebut menunjukkan adanya kecenderungan untuk
menyalahkan korban (victim blaming) dan membenarkan tindakan pelaku. Fenomena
ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang diskusi publik, tetapi
juga menjadi arena reproduksi budaya patriarki yang memengaruhi cara masyarakat
memandang relasi gender dan kekerasan terhadap perempuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi korban perempuan
dan pelaku laki-laki serta menganalisis reproduksi budaya patriarki dalam komentar
netizen terhadap kasus pembunuhan Tiara di media sosial TikTok. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis
Sara Mills. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi komentar netizen pada
unggahan video TikTok yang membahas kasus pembunuhan Tiara. Data kemudian
dianalisis menggunakan konsep posisi subjek-objek dan posisi pembaca dalam Analisis
Wacana Kritis Sara Mills.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban perempuan direpresentasikan
sebagai pihak yang turut bertanggung jawab atas kekerasan yang dialaminya melalui
praktik victim blaming, sementara pelaku laki-laki cenderung direpresentasikan
sebagai sosok yang tindakannya dapat dipahami atau dimaklumi. Reproduksi budaya
patriarki dalam kasus Tiara tidak hanya muncul melalui praktik victim blaming, tetapi
juga melalui pengawasan moral terhadap korban perempuan, legitimasi moral terhadap
pelaku laki-laki, serta normalisasi agresivitas laki-laki. Kondisi tersebut membentuk
standar penilaian yang berbeda terhadap korban perempuan dan pelaku laki-laki,
sekaligus memperlihatkan peran media sosial sebagai ruang reproduksi nilai-nilai
patriarki yang berpotensi memperkuat normalisasi kekerasan terhadap perempuan.
Kata Kunci: Budaya Patriarki, TikTok, Komentar Netizen, Kekerasan terhadap
Perempuan, Victim Blaming, Analisis Wacana Kritis Sara Mills.
171 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 08:45 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:31 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55129 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
