PUTRI, BELLA CHARINA and Widagdo, Muhammad Bayu (2026) Representasi Maskulinitas Pada Karakter Perempuan dalam Film The 355 (2022). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
BELLA CHARINA PUTRI_14040119130076_COVER.pdf Download (797kB) |
|
|
Text
BELLA CHARINA PUTRI_14040119130076_BAB 1.pdf Download (390kB) |
|
|
Text
BELLA CHARINA PUTRI_14040119130076_BAB 2.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
BELLA CHARINA PUTRI_14040119130076_BAB 4.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
BELLA CHARINA PUTRI_14040119130076_BAB 5.pdf Download (105kB) |
|
|
Text
BELLA CHARINA PUTRI_14040119130076_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (148kB) |
|
|
Text
BELLA CHARINA PUTRI_14040119130076_LAMPIRAN.pdf Download (474kB) |
Abstract
Film dapat mengkonstruksi peran serta gender di masyarakat dengan
menyampaikannya melalui karakter-karakter di dalam film. Representasi
perempuan di film-film biasanya menonjolkan bagaimana perempuan lebih
mementingkan emosional dan tidak dapat berperilaku rasional. Hal tersebut
tercermin pada bagaimana masyarakat yang masih cenderung beranggapan bahwa
perempuan sudah seharusnya berperilaku feminin dan laki-laki yang merupakan
gender dominan sudah sepatutnya berperilaku maskulin. Film The 355 (2022)
menunjukkan tokoh-tokoh yang memiliki sifat-sifat maskulin yang tangguh, kuat
secara fisik, pintar, dan tidak dependen terhadap laki-laki. Berdasarkan konteks
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi maskulinitas
perempuan dalam film The 355 (2022).
Penelitian ini menggunakan teori representasi sebagai teori utama serta
dilengkapi dengan elemen maskulinitas yang diungkapkan Peter Lehmann dan
sifat maskulinitas yang diungkapkan Meehan serta teori maskulinitas Judith
Halberstam. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis semiotika
Roland Barthes dengan tiga level pengkodean yakni denotasi, konotasi dengan 5
kode pembacaan, dan mitos. Secara keseluruhan, maskulinitas yang muncul pada
film The 355 pada karakter perempuan ditandai dengan adanya hal-hal yang
dipahami masyarakat sebagai “maskulin” dengan menampilkan adegan-adegan
yang memuat simbol visual serta verbal yang dikonstruksikan dalam sifat, sikap,
respon, dan reaksi yang mengandung elemen berupa kekuasaan, keberanian,
kepahlawanan, dan kepemimpinan serta memiliki sifat dominan, independen,
rasional, asertif, analitis, pemberani, aktif, dan insensitif. Pembentukan
maskulinitas juga dipengaruhi oleh pengalaman yang dialami oleh masing-masing
karakter dalam menghadapi perbedaan relasi kuasa dalam organisasi dan
masyarakat yang menganut ideologi patriarki. Film The 355 juga terlihat berusaha
mendekonstruksi mitos bahwa perempuan merupakan kaum subordinat dengan
menampilkan perempuan yang memiliki kemampuan yang sepadan dengan
laki-laki dan menyajikan ideologi tandingan yakni ideologi feminis khususnya
aliran feminisme liberal.
Kata Kunci: Representasi Maskulinitas Perempuan, Maskulinitas, Semiotika
Roland Barthes.
170 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 08:41 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55120 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
