M. Izarkasi, M. Izarkasi and Kushandajani, Kushandajani (2026) PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGELOLA RUANG PUBLIK: STUDI KASUS TAMAN KOTA ASEMBAGUS. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
M. Izarkasi_14010121140147 _COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (343kB) |
|
|
Text
M. Izarkasi_14010121140147 _BAB 1.pdf - Submitted Version Download (573kB) |
|
|
Text
M. Izarkasi_14010121140147 _BAB 2.pdf - Submitted Version Download (127kB) |
|
|
Text
M. Izarkasi_14010121140147 _BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (829kB) |
|
|
Text
M. Izarkasi_14010121140147 _BAB 4.pdf - Submitted Version Download (56kB) |
|
|
Text
M. Izarkasi_14010121140147 _DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (123kB) |
|
|
Text
M. Izarkasi_14010121140147 _LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Taman Kota Asembagus merupakan ruang terbuka publik yang dibangun oleh
Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo pada tahun 2014 dan diperuntukkan bagi
seluruh masyarakat Kecamatan Asembagus. Namun seiring berjalannya waktu,
kualitas taman mengalami penurunan yang ditandai dengan rusaknya fasilitas,
minimnya pencahayaan, hilangnya elemen identitas visual, dan berkurangnya minat
kunjungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran
pemerintah daerah dalam mengelola Taman Kota Asembagus dan kualitasnya
sebagai ruang terbuka publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan
tiga belas narasumber yang terdiri dari pejabat Dinas Lingkungan Hidup, pengawas
lapangan, pengunjung, dan pedagang, serta didukung dengan observasi dan
dokumentasi lapangan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman
melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah daerah dalam mengelola Taman
Kota Asembagus secara keseluruhan masih tergolong rendah. Dari sembilan
indikator yang mencakup dimensi pengawasan, pengendalian, dan evaluasi, hanya
dua indikator yang terpenuhi secara penuh. Pengawasan bersifat reaktif dan terbatas
pada jam pagi, pengendalian terhambat oleh ketiadaan regulasi tata tertib taman,
dan evaluasi belum melibatkan perspektif masyarakat sebagai pengguna. Dari sisi
kualitas, fungsi lanskap masih relatif terjaga berkat vegetasi pohon yang memadai,
namun fungsi estetika mengalami penurunan paling signifikan akibat kerusakan
identitas visual, pencahayaan yang tidak memadai, dan fasilitas yang dibiarkan
rusak tanpa perbaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerintah dan taman
sebenarnya memiliki modal yang cukup, namun belum dioptimalkan akibat
absennya regulasi, keterbatasan anggaran, dan minimnya evaluasi yang berorientasi
pada kebutuhan pengguna.
Kata kunci: peran pemerintah daerah, ruang terbuka publik, taman kota,
kualitas taman
152 Ilmu pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 08:03 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 08:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55060 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
